UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Ia adalah Audrey Louissia Herman, mahasiswa program studi S1 Kesehatan Masyarakat, . Ia berhasil meraih juara 2 lomba poster Komadiksi Festival 2023 pada Minggu (27/08/2023).听
Komadiksi festival merupakan ajang lomba tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Komadiksi Smart Universitas Sebelas Maret (UNS). Ajang tersebut memiliki dua kategori perlombaan yaitu lomba poster dan esai. Tahun ini Komadiksi Festival mengusung tema Digitalisasi Ekonomi Indonesia Emas 2045 secara luring.听
Angkat Isu Food Waste
Kepada UNAIR NEWS, perempuan yang akrab disapa Audrey itu mengatakan bahwa ia mengangkat isu food waste dalam posternya. Food waste sendiri merupakan salah satu isu global yang menghantui banyak negara, termasuk Indonesia. Penyebab dari isu tersebut tak lain adalah pesatnya pertumbuhan penduduk di berbagai negara.
Bermula dari isu tersebut, Audrey menggagas sebuah inovasi berupa aplikasi GO WASTE. Aplikasi tersebut merupakan platform yang bertujuan untuk mempermudah proses pengumpulan dan pengolahan food waste tidak layak konsumsi menjadi produk baru yang bernilai ekonomis. Selain itu, GO WASTE juga dapat mengoptimalkan penjualan food waste layak konsumsi agar tidak terbuang sia-sia dan mencemari lingkungan.
淎plikasi ini mampu menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan mengurangi kerugian para pebisnis makanan dan minuman dengan memanfaatkan tingginya jumlah food waste masyarakat Indonesia setiap tahunnya, ujar Audrey.
淜ehadiran aplikasi ini juga dapat menjadi akselerator dalam pembentukan kebiasaan pemilahan sampah organik dan anorganik pada masyarakat yang hingga saat ini belum terbentuk secara optimal, tambahnya.
Kiat Membuat Poster
Lebih lanjut, perempuan asal Gresik itu tidak lupa membagikan kiat membuat poster kepada mahasiswa. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus mahasiswa perhatikan saat membuat poster.
Pertama, poster harus memiliki judul yang singkat, padat, menarik, dan eye catching sehingga dapat menarik perhatian pembaca. Kedua, poster tidak perlu menggunakan banyak jenis font. Poster akan lebih baik jika menggunakan dua jenis font yang terdiri dari 1 font dekoratif dan 1 font sans serif.
Ketiga, penggunaan color palette sebaiknya kontras dan tidak terlalu beragam. Terakhir, elemen inti sebaiknya diletakkan pada lokasi yang dapat menarik fokus pembaca secara langsung. Selain itu, setiap peletakkan elemen harus memiliki filosofi.
淒an yang tidak kalah penting. Kita harus mencari isu-isu terkini yang masih belum ditanggulangi secara optimal oleh stakeholders. Sumbernya dapat berasal dari artikel jurnal di berbagai database seperti Google Scholar ataupun lainnya, tutup Audrey. (*)
Penulis: Rafli Noer Khairam
Editor: Khefti Al Mawalia





