51动漫

51动漫 Official Website

Jadi Lulusan Terbaik S3 FH UNAIR, Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Resmi Diwisuda

Potret Alumni Fakultas Hukum UNAIR Dr Dwiarso Budi Santiarto SH MHum yang kini berkiprah sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Non Yudisial. (Foto: Istimewa)
Potret Alumni Fakultas Hukum UNAIR Dr Dwiarso Budi Santiarto SH MHum yang kini berkiprah sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Non Yudisial. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Non Yudisial, Dr Dwiarso Budi Santiarto SH MHum, resmi menyandang gelar Doktor dari Fakultas Hukum 51动漫 (UNAIR). Ia menjadi wisudawan pada wisuda periode 255 UNAIR yang berlangsung di gedung Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR C UNAIR pada Sabtu (6/12/2025). Pada kesempatan tersebut, ia juga dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Program Doktor Ilmu Hukum dengan IPK 4.00.

Dwiarso menyampaikan rasa syukur karena dapat kembali menamatkan studi di kampus yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan akademiknya. Ia menamatkan sarjananya pada prodi hukum UNAIR tahun 1986. 淧ilihan utama saya saat S1 dulu itu UNAIR. Selain dekat, kuliah di UNAIR itu keren. ungkapnya. 

Program doktor yang dijalani Dwiarso merupakan bagian dari kerja sama antara Mahkamah Agung dan Fakultas Hukum 51动漫. Program ini diikuti oleh para hakim dari berbagai tingkatan. 淎da hakim tingkat pertama, hakim tinggi, dan hakim agung. Saya termasuk di dalamnya, jelasnya. Pemilihan peminatan pun disesuaikan dengan ketertarikan masing-masing mahasiswa.

Dalam disertasinya, Dwiarso meneliti isu strategis mengenai pertanggungjawaban korporasi dalam tindak pidana. Karya berjudul Pedoman Pemidanaan Terhadap Korporasi sebagai Subjek Hukum Pidana tersebut merespons meningkatnya kejahatan yang melibatkan entitas bisnis modern. Ia merumuskan pedoman pemidanaan yang lebih menyeluruh dan proporsional, sehingga dapat memperkuat efektivitas penegakan hukum terhadap korporasi di masa mendatang.

Sebagai praktisi hukum, Dwiarso menilai bahwa pendalaman teori menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas hakim. 淧raktisi perlu memperbarui teori. Akademisi kuat di teori, kita kuat di praktik. Kalau digabungkan, manfaatnya besar bagi hakim, tuturnya. Ia menilai kekuatan normatif Fakultas Hukum UNAIR memberikan kontribusi besar bagi penguatan analisis hukum para praktisi.

Dwiarso berpesan agar mahasiswa FH memanfaatkan sepenuhnya kesempatan belajar. 淕ali ilmu sedalam mungkin. Jangan segan berdiskusi dengan para guru besar. Sekarang banyak dosen tamu dari praktisi, ini sangat menguntungkan, ujarnya. Menurutnya, kurikulum UNAIR saat ini telah memberikan keseimbangan antara teori dan praktik yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia kerja hukum memiliki persaingan yang ketat. 淟apangan kerja luas, tetapi lulusan juga banyak. Jadi harus siap bersaing, katanya. Ia mendorong mahasiswa aktif menulis di jurnal, memperluas wawasan, dan memperkuat kesiapan profesional sejak dini.

Dwiarso menekankan pentingnya kesungguhan dalam belajar. Ia mengingatkan bahwa ilmu hanya akan berkembang melalui kebiasaan membaca dan menulis. 淜alau tidak kita menulis dan tidak kita sampaikan, nanti kita hanya asal lulus saja, ujarnya. Ia juga mendorong para mahasiswa untuk mengejar IPK terbaik, menambah pengalaman, serta terus memperkaya wawasan sebagai pelajar.

Penulis: Tsabita Nuha Zahidah

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT