UNAIR NEWS Departemen Ilmu Ekonomi (FEB) 51动漫 (UNAIR) menggelar program CEO Mengajar Series bertajuk Upaya Peningkatan Ekspor Indonesia ke Italia. Program tersebut dilaksanakan secara terbuka di Aula Fadjar Notonagoro pada Jumat (10/3/2023).
Sri Bimo Adhi Yudhoyono SE MSE, perwakilan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Milan sekaligus alumnus Ilmu Ekonomi FEB UNAIR didaulat sebagai pembicara dalam program itu. Ia menuturkan bahwa salah satu tugas ITPC Milan adalah pihak konselor bagi calon eksportir Indonesia. Jadi sebelum memutuskan untuk bekerja sama, sangat dianjurkan agar calon eksportir Indonesia memastikan terlebih dahulu kevalidan dan kepastian mitra kepada ITPC.
淪aya sering dapat email dari eksportir Indonesia bertanya 楶ak Bimo, saya punya rencana kontrak dengan importir ini. Tolong verifikasi, Pak. Perusahaannya tuh bagus, nggak? Ada apa nggak? Ntar malah perusahaan bodong. Itu salah satu fungsi kita, ya, ujarnya.
Di Italia, lanjutnya, komoditi Indonesia yang paling banyak diimpor ke Italia adalah palm oil atau minyak sawit. Meski begitu, ia menuturkan bahwa sebenarnya minyak sawit bisa lebih dioptimalkan lagi.
淧补濒颈苍驳 gedhe (komoditi yang diimpor Indonesia ke Italia, red) 29,8 persen masih palm oil. Tapi menurut saya ini masih bisa ditingkatin, loh. Palm oil itu sebenarnya sumber dari banyak produk, produk turunannya banyak banget. Sabun, misalnya. Kalau cuma minyak, orang Eropa nggak banyak pakai minyak, imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan beberapa strategi yang dapat memperkuat ekspor Indonesia ke Italia. Salah satunya adalah melihat pangsa pasar Eropa yang masyarakatnya telah sadar pentingnya menjaga lingkungan.
淥rang sekarang di Eropa yang punya budget lebih dia tetep prefer beli barang yang ada label-label sustainable. Entah itu recycle, reuse, dan lain-lain, jelasnya. 淪aya sering mengunjungi pameran di Eropa. Stand dagang barang-barang yang dari alam kayak tas anyaman, sepatu dari barang-barang ngga terpakai, bulu mata buatan tangan juga. Siapa di Eropa yang mau bikin bulu mata pakai tangan, tambahnya.
Selain konsep sustainable, beberapa komoditi asal Indonesia telah masuk dan digemari oleh banyak masyarakat Italia. Kebanyakan komoditi-komoditi tersebut memang tidak ada di di sana.
淏uah, misalnya. Buah tropikal tuh banyak dicari. Di sana paling cuma apel, jeruk, pisang, strawberry. Ga ada tuh salak rambutan. Durian ada, tapi mahal banget, lanjutnya.
Bimo berpesan kepada generasi muda untuk menjadi penerus dalam peningkatan ekspor Indonesia, terutama ke Italia. Selain itu, ia juga berpesan agar para generasi muda tersebut membuat gebrakan baru dan keluar dari zona nyaman.
淛adi ini jadi PR teman-teman sekalian untuk melanjutkan, kalau bisa lebih bagus lagi. Kalau bisa keluar dari zona nyaman, jangan semuanya yang pengen jadi PNS, ya. Peluang sudah terbuka lebar, pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Badrul Anwar
Editor: Nuri Hermawan





