UNAIR NEWS Merealisasikan program kerjanya untuk mengadakan pertemuan anggota setiap tiga bulan sekali, hari Sabtu (13/1-2018) kemarin, Paguyuban Karyawan Purna Bakti (PKPB) 51 (UNAIR) melaksanakan hal itu. Kali ini yang menjadi tuan rumah adalah Mudjiono/Siti Rukayah di kawasan Wisma Kedung Asem Indah I. Sekitar 80 anggota hadir membagi rasa kangen.
Pengurus PKPB tanggap. Kalau hanya pertemuan dan arisan rutin, diyakini bisa jenuh. Karena itu dalam pertemuan kemarin diselingi dengan sharing, ceramah memelihara kesehatan jantung. Input berharga itu disampaikan oleh Agus Subagjo, dr., Sp.JP., suami salah seorang anggota PKPB, Mahniza Mattalitti.
Sebagai pengurus harus pandai-pandai menghadirkan selingan dari pertemuan rutin seperti ini. Kalau anggota sampai merasa jenuh, bosan, dan akhirnya tidak mau datang, maka pertemuan menjadi kurang gayeng. Selingannya tentu yang bermanfaat, selain rekreasi juga pengetahuan kesehatan yang sesuai dengan usia anggota kata seorang Carik PKPB, Hadi Gunawan saat berbincang-bincang dengan unair.news.
Sementara Lurah PKPB, Dra. Kusmawati kembali menjelaskan mengenai program-program organisasi. Pertemuan triwulanan itu di dilaksanakan secara bergilir ke rumah diantara anggota, karena tujuan utamanya adalah silaturahmi. Giliran pertemuan itu bisa diminta oleh anggota jika yang bersangkutan akan atau mempunyai suatu hajatan. Jadi lebih fleksibel.
Disepakati juga, setiap pertemuan masing-masing anggota membayar iuran sebesar Rp 50.000. Seperti keputusan sebelumnya, komposisi peruntukan uang itu, 50% sebagai dana pertemuan (disampaikan kepada tuan rumah) dan 50% untuk kas organisasi.
Kas organisasi antara lain dikeluarkan untuk bantuan bila ada anggota yang sakit atau kesusahan. Ini diluar bantuan yang disampaikan secara pribadi-pribadi, kata Kusmawati, seraya menegaskan bahwa iuran ini tidak mengikat. Artinya, yang tidak bisa membayar diharap menyampaikan ke pengurus (Lurah atau para Carik PKPB, jumlahnya 8 orang).
JAMU untuk Jantung Sehat
Sedang dr. Agus Subagjo, Sp.JP., Ketua Komunikasi, lnformasi dan Edukasi (KIE) Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Jawa Timur dan spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dalam sharing-nya memberikan saran agar senantiasa menjaga kesehatan jantung. Apalagi seseorang yang sudah usia lanjut.
Dengan tidak bermaksud menakuti, penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab tertinggi kematian. Karena itu YJI terus memberikan edukasi akan bahaya penyakit ini serta bagaimana pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah. Antara dengan Jamu yaitu jaga mulut. Artinya pola makan harus benar-benar dijaga, jangan asal enak lantas dimakan dan tanpa batas.
Dalam agama juga dianjurkan untuk makanlah bila terasa lapar. Kemudian sudahi makan sebelum kenyang. Itu merupakan ajaran yang baik dalam usaha menjaga kesehatan jantung, katanya kepada unair news.
Dengan JAMU, maka itu merupakan bagian dari cara menjaga agar jantung tetap sehat. Dengan demikian maka kolesterol akan terjaga, pola makan teratur, dan kemudian jauhi faktor-faktor resiko penyebabnya. Faktor tersebut antara lain jauhi rokok, jangan minum alkohol, hindari kolesterol, dan hindari pemicu diabetes militus (kencing manis), dan berolahraga sesuai kemampuan.
Jadi ada tiga jurus menangkal jantung koroner, yakni menjaga pola makan, pola pikir dan pola gerak. Dengan pola hidup yang berimbang dari ketiganya, insya Allah jantung kiat akan sehat, kata dr Agus Subagyo, Sp.JP. (*)
Penulis: Bambang Bes





