UNAIR NEWS Sebagai perguruan tinggi yang terkemuka, 51动漫 (UNAIR) terus melahirkan berbagai inovasi yang mengukuhkan reputasinya sebagai pusat keunggulan akademik dan penelitian. Pada Jumat (1/12/2023) hingga Minggu (3/12/2023), 51动漫 (UNAIR) menampilkan deretan produk inovatifnya melalui Airlangga Startup Summit Innovation Expo (ASSIE) yang berlangsung di Main Atrium Grand City Mall Surabaya.
Acara tersebut menjadi panggung bagi UNAIR untuk memamerkan hasil-hasil inovasi yang kreatif dan menginspirasi. Tak hanya mengadakan pameran, dalam ASSIE tersebut berlangsung gelar wicara produk inovasi fakultas yang bertajuk 淒ari Riset, Penemuan, Inovasi, HKI, Sampai Produksi Komersial dengan Prof Dr H Hery Purnobasuki M Si PhD sebagai pemateri.
Berpacu dalam Hak Kekayaan Intelektual
Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hak-hak yang secara hukum berkaitan dengan penemuan dan kreativitas. HKI mencakup perlindungan reputasi dalam ranah bisnis serta layanan dalam sektor komersial. HKI berperan sebagai kunci untuk melindungi hak eksklusif atas inovasi sekaligus menjaga integritasnya.
淪ecara publikasi ilmiah, UNAIR telah melebihi perguruan tinggi lain. Hal tersebut diawali dengan membangun ekosistemnya. Sehingga, HKI di UNAIR juga perlu untuk dibangun, terang Prof Hery.
Prof Hery menjelaskan, beragam ide dan inovasi dapat diajukan untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual, termasuk merek, karya sastra, inovasi teknologi, hingga desain industri. Hingga kini, UNAIR telah menghasilkan sejumlah penemuan luar biasa, yang tentu memberikan dampak positif pada masyarakat, seperti obat pil hingga vaksin.
Mengajukan perlindungan penemuan secepatnya adalah suatu keharusan agar terhindar dari potensi masalah di masa mendatang. Inovasi-inovasi tersebut harus dilakukan penguncian dan penyerahan dengan HKI.
淗ingga saat ini, telah banyak produk dari dosen-dosen UNAIR yang dipatenkan dengan sendiri. Salah satu patokan perguruan tinggi dunia adalah menghasilkan paten dan hak cipta, jelas Prof Hery.
Dukungan UNAIR
Tantangan dalam mengembangkan ide dan karya tidak dapat terhindar. Melalui dukungannya, UNAIR membuktikan bahwa setiap ide, bahkan yang sederhana, memiliki potensi untuk menjadi nilai tambah yang besar bagi masyarakat.
UNAIR mengambil langkah-langkah konkret untuk mendukung pemegang HKI dengan menawarkan bantuan finansial. Selain itu, UNAIR senantiasa memastikan bahwa inovasi yang bernilai mendapatkan pengakuan dan penghargaan yang setimpal.
淭erkait dengan HKI, royalti insyaallah dapat diwariskan. Sehingga, royaltinya dapat berjalan terus. Hanya saja, kalau untuk paten tidak gratis, dalam artian harus membayar biaya pemeliharaan. Kalau ikut dengan UNAIR, ya, UNAIR yang membayarkannya, tegas Prof Hery.
Prof Hery menyampaikan kebijakan terkait produk dan temuan yang telah mendapatkan paten. Temuan tersebut harus laku dalam industri, melalui dukungan dari Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi UNAIR.
Penulis:
Editor: Feri Fenoria





