UNAIR NEWS Kepengurusan 51动漫 (UNAIR) resmi melangkah ke jenjang baru. Aditya Sukisno Putra memimpin BEM FH UNAIR periode 2026 sebagai presiden, bersama Yasemin Nur Sefika sebagai wakil presiden. Aditya dan Yasemin siap untuk membuka lembaran baru pada masa kepemimpinannya di periode kali ini.
Memasuki masa kepengurusan baru tersebut, Aditya dan Yasemin memperkenalkan Kabinet Aksa Raya sebagai identitas kabinet mereka. Penamaan itu mereka pilih karena mereka memiliki gambaran visi besar yang ingin mereka wujudkan selama satu periode kepengurusan. Penamaan ini sekaligus mencerminkan semangat BEM FH ke arah perkembangan organisasi yang lebih dinamis dan progresif.
Simbol Visi Besar dan Fase Akselerasi BEM
Aditya menjelaskan bahwa nama Aksa Raya memiliki filosofi yang cukup kuat. Kata aksa yang berarti visi atau sumbu, sementara raya berarti besar. Kedua makna tersebut diharapkan dapat menjadi tonggak utama berdirinya kabinet Aksa Raya yang mencerminkan semangat kabinet dalam satu periode kepengurusan. 淜ami merasa sekarang waktunya memasuki fase akselerasi, di mana kami punya banyak visi dan mimpi besar yang ingin diwujudkan melalui BEM, ujar Aditya.
Menurut Aditya, setelah berbagai perubahan utama yang telah kabinet sebelumnya bangun, BEM FH kini memasuki fase akselerasi yang berfokus pada kelanjutan fondasi kepengurusan sebelumnya. Melalui fase tersebut, kabinet ingin mewujudkan lebih banyak gagasan program yang mampu memberikan dampak lebih luas bagi mahasiswa. Selain itu, kabinet Aksa Raya mengusung nilai utama yaitu lingkar kolaborasi. Nilai itu memperkuat jejaring antar individu dan antar divisi agar dapat mewujudkan kabinet yang lebih inklusif.
Penguatan Program Besar dan Sistem Organisasi
Sebagai visi utama dalam kepengurusan periode tahun ini, Kabinet Aksa Raya berupaya memperkuat kualitas program kerja sekaligus menata sistem organisasi BEM FH secara lebih terstruktur. Aditya menilai bahwa pada periode sebelumnya BEM telah memiliki banyak program yang berjalan dengan baik. Namun, program-program besar masih perlu mendapat perhatian lebih karena menjadi wajah organisasi di tingkat fakultas.
Untuk itu, pada periode ini setiap ketua pelaksana yang akan memimpin program besar akan melalui proses fit and proper test guna memastikan konsep utama dan strategi program kerja sedari awal. 淒i tahun ini kita ingin lebih fokus pada program-program besar, karena itu juga menjadi wajah dari BEM. Untuk itu, setiap project officer yang memimpin program besar akan melalui proses fit and proper test agar konsepnya sudah jelas sejak awal, ucap Aditya.
Selain program kerja, Kabinet Aksa Raya juga menaruh fokus pada pembenahan sistem organisasi, khususnya dalam pengelolaan keuangan. Melalui mekanisme pendanaan yang lebih tertata, BEM FH berharap pelaksanaan program dapat berjalan stabil serta memberikan rasa aman bagi individu yang terlibat. 淜ami juga ingin merapikan mekanisme pengelolaan keuangan agar teman-teman yang menjalankan program tidak khawatir terhadap risiko kerugian, tambahnya.Penulis: Nikita Aulia
Editor: Ragil Kukuh Imanto





