UNAIR NEWS Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam () UNAIR resmi memulai kepengurusan baru. Kali ini, mereka mengusung nama Kabinet Abhipraya Mangajya. Melalui kabinet tersebut, BEM FIKKIA menargetkan terciptanya lingkungan organisasi yang lebih inklusif, inovatif, serta evaluatif dalam menjawab kebutuhan mahasiswa.
Presiden baru BEM FIKKIA M Alqoniev Doelfif menjelaskan bahwa kepengurusan tahun ini berupaya menjadikan BEM sebagai wadah yang mampu mendorong mahasiswa untuk lebih responsif, progresif, serta memiliki integritas tinggi dalam berorganisasi maupun berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
淢elalui Kabinet Abhipraya Mangajya, kami berharap BEM FIKKIA dapat menjadi ruang kolaboratif bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang. Menyampaikan gagasan, serta berkontribusi secara nyata bagi fakultas maupun masyarakat, ujarnya.
Program Inovasi Mahasiswa

Salah satu pembaharuan dalam kabinet tahun ini adalah hadirnya Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma). Kementerian tersebut berperan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi serta memperoleh berbagai informasi yang nantinya akan diadvokasikan kepada pihak terkait.
淎dvokesma hadir sebagai wadah bagi mahasiswa FIKKIA untuk menyampaikan aspirasi maupun mendapatkan informasi yang relevan dengan kebutuhan mereka. Harapannya, kementerian ini dapat menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pihak fakultas, tambah Alqoniev.
Selain itu, Kabinet Abhipraya Mangajya juga menghadirkan sejumlah program kerja baru untuk mendorong pengembangan potensi mahasiswa. Dalam bidang kewirausahaan, BEM FIKKIA menghadirkan program FISION. Sebuah kompetisi business plan yang bertujuan meningkatkan minat mahasiswa dalam dunia bisnis dan inovasi.
Dorong Potensi Mahasiswa
Sementara itu, pada bidang riset dan penelitian, terdapat program Research Ignite, yakni kompetisi ide penelitian yang diselaraskan dengan linimasa kompetisi ilmiah. Seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) maupun kompetisi karya ilmiah mahasiswa (KIM).
Sementara itu, Wakil Presiden BEM Adib Fardanfath, menambahkan bahwa pihaknya juga berupaya memperluas konektivitas mahasiswa dengan berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan UNAIR melalui program Hub-UKM.
淢elalui program Hub-UKM, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa FIKKIA untuk mengenal dan terhubung dengan berbagai unit kegiatan mahasiswa di Kampus A, B, maupun Kampus C. Dengan begitu, mahasiswa dapat mengeksplorasi minat dan bakat mereka secara lebih optimal, jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, BEM FIKKIA menekankan pentingnya evaluasi organisasi melalui rapat besar serta monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilakukan secara berkala untuk menilai jalannya setiap program kerja. 淪etiap program kerja akan kami evaluasi secara berkala agar kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berjalan. Tetapi juga memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, ujar Adib.
Melalui berbagai program tersebut, BEM FIKKIA berharap dapat menjadi ruang kolaboratif yang mendorong pengembangan potensi mahasiswa. Sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan kampus dan masyarakat.
Penulis: Dheva Yudistira Maulana
Editor: Yulia Rohmawati





