UNAIR NEWS – Desa Bulusari, 12-15 dan 17 Januari 2026 – Program SENDI CERIA (Skrining Sendi dan Gerak) dilaksanakan di Posyandu Pisang, Durian, Alpukat, dan Salak Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, sebagai upaya deteksi dini keluhan kesehatan sendi pada masyarakat, khususnya lanjut usia. Kegiatan ini difokuskan pada identifikasi awal keluhan sendi dan gerak yang dirasakan masyarakat.
Berdasarkan hasil skrining, ditemukan beberapa lansia yang mengalami keluhan pada sendi dan gerak. Sebagian di antaranya termasuk dalam kategori berisiko dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke puskesmas. Hasil skrining ini menjadi dasar bagi kader dan tenaga kesehatan untuk menentukan perlunya pemantauan dan tindak lanjut pelayanan kesehatan.
Program SENDI CERIA merupakan tindak lanjut dari kegiatan Kader Aksi Sendi, di mana kader posyandu yang telah mendapatkan pembekalan sebelumnya berperan dalam pelaksanaan skrining dini keluhan rematik, penyampaian edukasi sederhana mengenai kesehatan sendi, serta pemberian rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan selaras dengan Langkah 4 Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) sebagai bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan dasar di tingkat masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kader posyandu melakukan skrining menggunakan formulir skrining rematik yang terdapat dalam Buku Saku Kader Aksi Sendi. Skrining dilakukan melalui wawancara singkat dan pengamatan sederhana terhadap keluhan yang dirasakan masyarakat. Dari hasil tersebut, ditemukan sejumlah lansia dengan keluhan seperti nyeri sendi, kekakuan, atau keterbatasan gerak yang memerlukan tindak lanjut. Masyarakat dengan risiko lebih tinggi kemudian disarankan dan dirujuk ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Beberapa posyandu telah menindaklanjuti hasil skrining dengan melakukan rujukan ke puskesmas. Selain memberikan anjuran, kader posyandu juga melakukan pemantauan lanjutan secara sederhana terhadap masyarakat yang telah dirujuk, terutama terkait kehadiran pemeriksaan dan kondisi umum setelah mendapatkan pelayanan kesehatan.
Dukungan dari Pemerintah Desa Bulusari juga terlihat dalam pelaksanaan kegiatan ini. Pemerintah desa memfasilitasi proses rujukan dengan menyediakan mobil desa untuk mengantar masyarakat, khususnya lansia dengan keterbatasan mobilitas, menuju puskesmas pada waktu tertentu. Fasilitas ini membantu mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Salah satu kader posyandu, Bu Sumarni, menyampaikan bahwa program SENDI CERIA memberikan pengalaman baru bagi kader dalam pelayanan kesehatan di posyandu.
&苍产蝉辫;Sebelumnya belum ada skrining seperti ini mbak. Ini inovasi baru. Kalau program ini berlanjut, menurut saya sangat bagus karena lansia jadi lebih diperhatikan dan keluhannya bisa terdeteksi lebih awal ujarnya.
Penanggung jawab program, Faradiva Husna dan Azka, menyampaikan harapan agar kegiatan SENDI CERIA dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
渒ami berharap program SENDI CERIA ini dapat terus berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, sehingga kesehatan sendi lansia di Desa Bulusari bisa terus terpantau dan kualitas hidup mereka semakin baik, tuturnya.
Melalui pelaksanaan skrining dan rujukan sederhana ini, program SENDI CERIA turut memperkuat peran kader posyandu dalam upaya promotif dan preventif kesehatan sendi di masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian SDGs Nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui deteksi dini masalah kesehatan, SDGs Nomor 10 (Mengurangi Ketimpangan) dengan perhatian pada kelompok lansia, serta SDGs Nomor 17 (Kemitraan) melalui kolaborasi antara kader posyandu, mahasiswa PKL FIKKIA UNAIR, pemerintah desa, dan masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, SENDI CERIA diharapkan dapat menjadi kegiatan yang terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Bulusari.
Penulis: Tim BBK 7 Bulusari





