51动漫

51动漫 Official Website

Kajian di UNAIR, KH Said Aqil Siradj Uraikan Tiga Kekuatan Dasar Manusia

KH Said Aqil Siradj saat mengisi kajian di UNAIR, Kamis (27/2/2026)
KH Said Aqil Siradj saat mengisi kajian di UNAIR, Kamis (27/2/2026) (Foto: Humas IUNAIR)

UNAIR NEWS – Pengajian Ramadan 51动漫 (UNAIR) kembali hadir. Pada seri pertama ini, UNAIR menghadirkan Mustasyar Prof KH Said Aqil Siradj MA. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Garuda Mukti Lantai 5 Kampus MERR-C UNAIR pada kamis (26/2/2026). 

KH Said Aqil menjelaskan bahwa manusia diciptakan Allah sebagai basyar yang sempurna sekaligus insan yang siap menerima tanggung jawab. Begitu mulianya manusia hingga mereka ditetapkan sebagai khalifah di muka bumi. 淥leh karena itu, manusia makhluk yang paling mulia melebihi malaikat. Karena Allah memberikan sarana  kekuatan manusia tiga macam, namun malaikat hanya satu, ujarnya. 

Perangkat Akal

KH Said Aqil menjelaskan terdapat tiga kekuatan yang membedakannya dengan makhluk lain. Pertama, ia mengungkapkan kemuliaan manusia terletak pada perangkat akalnya (al-quwwah an-nathiqah). Dengan akal atau kemampuan berpikir dan bernalar itulah manusia dapat memahami wahyu serta membedakan yang hak dan batil. 

Tak hanya itu, dalam konteks ini memahami Al-Qur檃n tidak cukup hanya dengan membaca teksnya. Tetapi juga membutuhkan perangkat ilmu seperti ushuluddin serta pemahaman terhadap hadis. 淒i dalam Al-Qur檃n tidak dijelaskan secara rinci nama-nama salat yang wajib ditunaikan. Penjelasan itu terdapat dalam hadits seperti salat wajib lima waktu dan salat sunnah, tuturnya. 

Ia juga mengingatkan bahwa hadis memiliki beberapa tingkatan. Tingkatan itulah perlu seseorang pahami dengan menggunakan metodologi keilmuan yang tepat. Tanpa pemahaman yang komprehensif, seseorang dapat keliru menangkap pesan agama.

Fondasi Memahami Allah

Melanjutkan kekuatan manusia, KH Said Aqil memberikan penjelasan kedua yakni al-quwwah al-ghadhabiyyah yaitu manusia memiliki dorongan utama, yakni amarah dan syahwat. Ia mencontohkan para ulama terdahulu yang memiliki visi besar dan semangat membangun kesejahteraan umat. 淜ita harus kaya, dengan niat yang baik dan tujuan yang baik, tegasnya.

Pada bagian ketiga, ia mengulas an-nafkhah ar-rabbaniyah, yakni unsur ketuhanan yang ditiupkan Allah kepada manusia. Unsur inilah yang menjadikan manusia memiliki dimensi spiritual dan moral. Dari sana lahir dhamir dini yaitu kesadaran batin yang berorientasi lillahi ta檃la. 

Penulis: Adinda Octavia Setiowati

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT