UNAIR NEWS – Lika-liku kegiatan perkuliahan sering kali membuat mahasiswa mengalami kelelahan fisik dan batin. Kondisi ini cenderung memicu mahasiswa memiliki keinginan untuk menyerah. Menanggapi problematika itu dari sudut pandang Islam, (UKMKI) 51动漫 (UNAIR) menggelar Kajian Maskara 2.0 untuk membangkitkan kembali semangat mahasiswa dalam berkuliah melalui cerita ketangguhan Siti Hajar.
Kegiatan ini terselenggara pada Jumat (20/6/2025) di Masjid Nuruzzaman, Kampus Dharmawangsa-B, UNAIR, dengan mengusung tajuk Dari Safah ke Marwah: Belajar Tangguh Ala Siti Hajar di Kehidupan Kampus. Dalam kesempatan itu, hadir Ustazah Ayu Aisah Zuraidah SPsi MPsi sebagai pemateri tunggal.
Strategi Resiliensi
Sebagai pembuka materi, Ustazah Aisah menceritakan sosok Siti Hajar yang dikenal sebagai simbol ketangguhan dan ketulusan seorang perempuan beriman. Dalam kisah Islam, Siti Hajar adalah ibu yang berjuang menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail AS, dari kehausan di tengah padang pasir.
Meski di masa kini tidak ada rintangan seperti yang Siti Hajar alami, tetapi mahasiswa dapat meneladani ketangguhannya untuk menghadapi rintangan-rintangan perkuliahan, seperti tekanan tugas, ekspektasi orang tua, hingga kelelahan fisik dan mental. Ustazah Aisah mengatakan dalam perspektif psikologi ketangguhan Siti Hajar ini dikenal dengan sebutan resiliensi.

淩esiliensi adalah kemampuan untuk bertahan, bangkit, dan berkembang dari tekanan hidup. Ini bukan soal tidak pernah jatuh, tetapi soal mampu untuk berdiri kembali setelah jatuh, tuturnya.
Lebih lanjut, Ustazah Aisah menyampaikan bahwa untuk membangun resiliensi seperti yang telah Siti Hajar contohkan, mahasiswa perlu memahami dan menerapkan strategi yang tepat dalam menghadapi tekanan. Strategi ini adalah coping stress, yang terdiri dari dua pendekatan utama, yaitu emotion focused coping dan problem focused coping.
淭eman-teman ketika menghadapi masalah, tidak apa-apa kalau kalian mencerna itu terlebih dahulu, ini emotion focused coping. Akan tetapi, itu harus ada jeda waktunya, itu tidak boleh berlarut-larut. Misal, aku merasakan emosiku ini dalam semalaman ini aja, tetapi besoknya harus ada yang namanya problem focused coping atau upaya menyelesaikan masalah itu, jelasnya.
Berserah kepada Tuhan
Pada akhir, Ustazah Aisah menyampaikan bahwa setiap usaha yang telah mahasiswa lakukan pasti akan mendapat hasil yang maksimal jika dengan berserah diri kepada Tuhan juga. 淯saha itu ada di dalam lingkaran kita teman-teman, tetapi hasil dari usaha itu ada lingkaran di luar diri kita. Kita hanya perlu melakukan bagian kita sebaik mungkin, hasil dari usaha kita itu adalah bagiannya Allah, ucapnya.
Ia menekankan bahwa Tuhan akan senantiasa membantu hambanya yang sedang kesusahan. 淛ika kita merasa tidak mampu lagi, ingat Allah tahu seberapa keras kamu berusaha, bertahan, dan layak mendapat pertolongan. Kalian pasti sering merasa sudah mentok ini usahaku, sepertinya tidak menemukan jalan keluar, tetapi tiba-tiba dikasih jalan keluar, pungkasnya.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Ragil Kukuh Imanto





