51动漫

51动漫 Official Website

Kajian UKMKI UNAIR, Bahas Feminisme dalam Perspektif Islam

Suci Susanti S Sos I selaku narasumber dalam kajian Mutiara x Maskara #1, Selasa (4/3/2025) melalui Zoom Meeting (dok: istimewa)
Suci Susanti S Sos I selaku narasumber dalam kajian Mutiara x Maskara #1, Selasa (4/3/2025) melalui Zoom Meeting (dok: istimewa)

UNAIR NEWS – (UKMKI) 51动漫 (Unair) berkolaborasi dengan Ramadhan Mubarak Airlangga (RMA) dan Feminis Class menyelenggarakan acara kajian Mutiara x Maskara #1 pada Senin (4/3/2025). Kajian kali ini mengusung tema Feminism for Equality: Bagaimana Pandangan Islam?. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui zoom meeting dan terbuka untuk umum.

Suci Susanti S Sos I, selaku narasumber, membahas bagaimana konsep feminisme dapat berjalan selaras dengan ajaran Islam. Suci yang merupakan pembina Perempuan Cinta Keluarga (PERCIK) menyampaikan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi hak perempuan tanpa mengesampingkan fitrah wanita sebagai makhluk mulia.

淜esetaraan dalam Islam bukan berarti menyamakan laki-laki dan perempuan dalam segala hal, tetapi memberikan hak sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing, tegasnya.

Sejarah Feminisme dan Sikap Muslimah

Dalam pemaparannya, Suci menjelaskan bahwa feminisme muncul sebagai bentuk protes atas eksistensi perempuan yang belum sepenuhnya diakui dalam struktur masyarakat Barat kala itu. Ia mendefinisikan feminisme sebagai gerakan sosial yang memperjuangkan kesetaraan hak perempuan. Namun, beliau menekankan bahwa sebagai mahasiswa, penting untuk memiliki sikap tabayyun atau klarifikasi dalam menerima informasi yang beredar.

淜ita tidak boleh mudah mengikuti hal-hal yang viral tanpa memahami esensinya. Islam mengajarkan kita untuk menjadi pemuda yang efisioner, baik sebagai muslimah maupun sebagai warga Indonesia, ungkap Suci.

Risiko Gerakan Feminisme

Suci juga mengingatkan risiko dari beberapa ideologi feminisme yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti man hating movement atau gerakan melawan laki-laki, dan konsep my body is mine yang dapat menyuburkan perilaku LGBT, child-free, dan pro-choice. Menurutnya, konsep tersebut menyalahi ketentuan Allah yang telah mengatur kehidupan manusia. 淪egala sesuatu yang kita miliki adalah titipan Allah. Jika hawa nafsu tidak dikendalikan dengan iman, maka akan timbul syahwat yang menyesatkan, jelas Suci.

Lebih lanjut, Suci menegaskan bahwa Islam telah memberikan keadilan bagi perempuan, sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 4 yang menegaskan penghormatan terhadap hak perempuan. Ia juga menekankan bahwa peran perempuan sangat penting, baik dalam keluarga maupun masyarakat, tanpa harus kehilangan identitasnya sebagai muslimah.

Terakhir, ia memaparkan bahwa Islam telah memberikan panduan yang komprehensif dalam menegakkan keadilan bagi Muslimah. Aturan ini telah tertuang dalam Al-Qur’an dan Hadis bahwa perempuan mendapatkan hak dan kewajiban sesuai kodratnya. 淛ika ajaran Islam sudah sekomprehensif itu, maka apakah muslimah masih membutuhkan pemikiran di luar Islam untuk memperjuangkan hak dan kebebasannya? tutupnya.

Penulis : Adinda Octavia Setiowati  

Editor : Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT