51

51 Official Website

Kajian UNAIR Ulas Tuntunan Takwa Melalui Interaksi Tiga Arah

Habib Muhammad bin Anies, Pengisi Kajian Malam Masjid Ulul Azmi UNAIR, Menjadi Manusia Bertakwa dan Berakhlak Mulia (Sumber: SS YouTube).

UNAIR NEWS – Kajian 51 (UNAIR) mengulas upaya manusia untuk senantiasa bertakwa dan berakhlak mulia. Terselenggara secara hybrid di masjid Ulul Azmi Kampus C MERR, Selasa (09/10/2023) majelis tersebut berlangsung dengan kehadiran Habib Muhammad bin Anies Shahah. 

Dalam ceramahnya, Habib Muhammad memaparkan upaya meraih takwa adalah menerapkan interaksi tiga arah. Interaksi itu dapat tercapai dengan senantiasa berbuat kebaikan di antaranya kepada Allah, kepada diri sendiri, dan kepada sesama makhluk. 

“Maka bertakwalah di mana pun kamu berada,” sahutnya. 

Habib mengatakan bahwa kunci menjalankan takwa adalah menyadari bahwa manusia tidak akan terlepas dari pengawasan Allah dan malaikatnya. Pihaknya juga turut menekankan agar selalu mengutamakan dan berbuat kebaikan. 

Lebih lanjut, Habib memaparkan bahwa setiap kebaikan akan selalu beriringan dengan keburukan. Dua hal tersebut tidak akan mungkin terpisahkan. Maka, pihaknya menegaskan agar tidak menghindari melainkan menyelamatkan keburukan.

Meskipun demikian, pihaknya juga tetap menekankan agar setiap orang selalu menjaga diri dari keburukan. Dalam hal ini Habib bermaksud agar  tidak takut menghindari lingkungan yang buruk.

“Kalau berteman, temannya selalu bermaksiat, cut-off, jangan takut. Orang yang tenggelam tidak bisa menolong orang lain yang tenggelam,” 

Sambungnya, upaya menghindari keburukan teman adalah untuk menyelamatkan. Hal itu dilakukan karena pada dasarnya manusia mudah terjerumus akan keburukan. Sehingga, jika seseorang sudah terjerumus dalam keburukan maka ia tidak akan bisa menyelamatkan keburukan itu sendiri. 

“Tidak akan bisa orang yang sedang bermaksiat menyelamatkan orang yang maksiat. Sehingga menghindar adalah bentuk proteksi diri,” tuturnya 

Lebih lanjut, Habib juga turut menuturkan upaya menghindar bermaksud agar manusia tidak turut terjerumus pada keburukan di sekitarnya. Namun arah kebaikan terhadap sesama manusia wajib terlaksana dengan senantiasa mengingatkan dan mendoakan.

Jangan takut untuk selalu berani dalam kebaikan. Tapi jangan salah menentukan kebaikan. Kebaikan yang benar adalah sesuai syariat sesuai ajaran Rasulullah, pungkasnya.

Penulis: Rosita

Editor: Nuri Hermawan

Baca Juga: Majelis Kajian UNAIR Jawab Tantangan Pernikahan Generasi Muda Zaman Sekarang

AKSES CEPAT