n

51动漫

51动漫 Official Website

Kalahkan UGM dan UNPAD, Raih Juara 1 Esai Bidikmisi Nasional

Wahyu Syafiul
Moh. Wahyu Syafi檜l Mubarok, mahasiswa Fisika UNAIR meraih juara I lomba esai yang diikuti mahasiswa Bidikmisi dari puluhan perguruan tinggi di Indonesia. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS Mahasiswa S1 51动漫 Moh. Wahyu Syafi檜l Mubarok meraih juara I dalam lomba esai nasional Kamakarya yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, 29 April 2018. Lomba ini diikuti oleh puluhan mahasiswa penerima bantuan biaya pendidikan Bidikmisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui tema lomba tentang pentingnya kesadaran bisnis di era digital, Wahyu menulis esai dengan judul Geoekonomi Digital, Revolusi Industri 4.0, dan Masa Depan Mahasiswa.

Setelah melalui berbagai proses, Wahyu berhasil meraih juara 1, mengalahkan mahasiswa dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung, yang meraih juara III dengan mengangkat bisnis sadar digital, dan mahasiswa UGM yang meraih juara II dengan membahas sociopreneurship.

淪aya menyorot tentang kontribusi yang dapat disumbangkan oleh mahasiswa ketika revolusi industri 4.0, geoekonomi digital, dan bonus demografi. Soalnya memiliki urgensi yang lebih dan perlu untuk disampaikan, terang Wahyu kepada UNAIR NEWS usai ditetapkan sebagai juara 1.

Tujuan utama diadakannya lomba itu, lanjut Wahyu, memberi ruang kepada mahasiswa Bidikmisi untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara melalui karya.

Melalui lomba itu, mahasiswa prodi Fisika ini mengaku mendapat pencerahan dari para pembicara dalam seminar yang diselenggarakan. Pembicara dalam seminar itu merupakan tokoh start up nasional.

淪aya semakin menyadari bahwa bangsa ini besar dan masih buta akan kebesarannya. Dan yang paling penting, dari even ini kembali saya membuktikan bahwa menulis tema-tema sosial tidak hanya milik orang-orang sosial. Karena orang sains-pun punya tanggung jawab akan hal itu, pungkas Wahyu yang akhir Januari lalu meraih juara I karya tulis ilmiah yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPI) di Turki. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT