Kerusakan gigi akibat karies dalam sering kali menjadi masalah serius yang dapat mengancam kesehatan pulpa gigi. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa menyebabkan kematian pulpa. Untungnya, ada berbagai metode perawatan untuk menjaga vitalitas pulpa, termasuk pelapisan pulpa, yang menjadi solusi utama dalam perawatan gigi modern.
Terapi pulpa adalah prosedur yang dilakukan untuk melindungi dan mempertahankan jaringan pulpa yang masih hidup setelah gigi mengalami kerusakan parah. Keberhasilannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia gigi, keterampilan dokter gigi, dan jenis bahan yang digunakan. Salah satu bahan yang telah lama menjadi standar dalam dunia kedokteran gigi adalah kalsium hidroksida. Bahan ini mampu merangsang penyembuhan jaringan dan mempertahankan vitalitas gigi dalam jangka panjang. Tak heran jika kalsium hidroksida sering disebut sebagai “standar emas” dalam perawatan pelapisan pulpa.
Bahan baru seperti Mineral Trioxide Aggregate (MTA) mulai digunakan karena sifatnya yang sangat serbaguna. MTA mampu memperbaiki akar gigi, menutup lubang yang terbentuk akibat karies, dan bahkan merangsang pembentukan jaringan baru lebih cepat dibandingkan kalsium hidroksida. Meskipun memiliki kekurangan seperti harga yang mahal dan waktu pengerasan yang relatif lama, MTA tetap menjadi pilihan favorit banyak praktisi gigi.
Selain itu, bahan yang sedang naik daun dalam penelitian kedokteran gigi adalah kalsium fosfat bifasik (BCP). Bahan ini merupakan campuran hidroksiapatit (HA) dan beta-trikalsium fosfat (尾-TCP), yang terkenal akan bioaktivitas dan kemampuan menyatu dengan jaringan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa BCP bisa menjadi bahan pelapis pulpa yang efektif karena mampu mempercepat penyembuhan jaringan gigi yang rusak.
Walau hasil laboratorium dan uji coba pada hewan menunjukkan potensi besar dari BCP, penelitian klinis pada manusia masih sangat dibutuhkan. Masa depan perawatan pelapisan pulpa sangat menjanjikan dengan kehadiran bahan-bahan inovatif ini. Dengan penelitian yang terus berkembang, harapannya adalah prosedur perawatan gigi menjadi lebih efektif, terjangkau, dan nyaman bagi pasien di seluruh dunia.
Penulis: Prof. Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., SpKG, Subsp.KE(K)
Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Dian Agustin Wahjuningrum, Tiara Lathifah Riyadi, Setyabudi, Bunga Shafira Rachmanita Yusuf, Dwikora Novembri Utomo, Ajinkya M. Pawar, Khairul Anuar Sharif. [2025] Biphasic Calcium Phosphate as Pulp Capping Material.





