Kemasan merupakan salah satu produk yang digunakan sebagai pelapis bahan pangan yang berfungsi untuk melindungi mutu produk atau bahan pangan. Penggunaan plastik sebagai kemasan merupakan salah satu penyumbang sampah dunia terbesar karena sifatnya yang sulit terurai di media apapun (non-biodegradable). Kemasan plastik dengan polimer sintetik tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga membahayakan pangan sehingga perlu adanya inovasi kemasan yang ramah lingkungan, baik dan aman bagi pangan, salah satunya berupa edible film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dari edible film berbahan pati garut dengan penambahan kitosan dan gliserol.
Metode penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan percobaan model rancangan acak lengkap. Perlakuan yang digunakan adalah pati garut 4% : kitosan 0% (P0), pati garut 3,5% : kitosan 0,5% (P1), pati garut 3% : kitosan 1% (P2), pati garut 2,5% : kitosan 1,5% (P3) dan pati garut 2% : kitosan 2% (P4) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Parameter utama dalam penelitian ini adalah karakteristik fisik edible film meliputi ketebalan, kuat tarik dan perpanjangan putus. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance) dan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi edible film dengan reduksi pati garut dan penambahan kitosan berpengaruh terhadap karakteristik fisik meliputi ketebalan, kuat tarik, dan perpanjangan putus. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan pati garut 2%: kitosan 2% (P4) yang memenuhi standar Japanese Industrial Standard (JIS).
Penulis: Eka Saputra, S.Pi., M.Si.
Eka Saputra, Ahmad S. Mubarak, Adriana M. Sahidu, Hapsari Kenconojati, Tiara M. Kasi, Anggari Y. Pramesti, Alifia Wahyuningtyas, Ariana Isthifarani and Fitri Sil Valen. (2025). Characteristics of Edible Film Based on Arrow Starch and Chitosan with Glycerol as Plasticizer.
Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries 29(1): 2683 “ 2696 (2025).





