Natrium diklofenak banyak digunakan secara oral untuk pengobatan osteoarthritis. Penggunaan natrium diklofenak secara oral menimbulkan efek samping pada saluran gastrointestinal, sehingga solusinya adalah natrium diklofenak diberikan secara transdermal dengan sediaan patch tipe membran. Efektivitas patch tipe membran ditentukan dengan kemampuannya untuk menembus stratum korneum dan diketahui natrium diklofenak memiliki koefisien partisi 1,13. Nanostructured Lipid Carrier (NLC) menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan koefisien partisi dari natrium diklofenak tersebut agar dapat berpenetrasi ke dalam kulit lebih banyak. NLC terdiri dari campuran lipid padat dan lipid cair yang distabilkan oleh surfaktan. Asam stearat yang digunakan sebagai lipid padat karena dapat meningkatkan stabilitas sistem NLC, sedangkan lipid cair yang digunakan dalam beberapa penelitian adalah asam oleat karena dapat melarutkan lebih banyak molekul obat sehingga efisiensi penjebakannya dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik NLC natrium diklofenak (organoleptis, ukuran partikel, indeks polidispersitas, pH, zeta potensial, viskositas, dan efisiensi penjebakan), karakteristik patch natrium diklofenak NLC (kerataan, ketebalan, keseragaman bobot, homogenitas, kandungan obat, moisture content, dan morfologi permukaan) dan menentukan fluks pelepasan, kinetika pelepasan dan fluks penetrasi patch natrium diklofenak.
Pada penelitian ini, NLC yang memuat natrium diklofenak dibuat pada beberapa perbandingan asam stearat dan asam oleat (6:4, 7:3, 8:2) dengan total lipid 10% dari formula. NLC dibuat menggunakan metode high shear homogenization dengan melebur asam stearat dan asam oleat pada suhu 75潞C yang kemudian ditambahkan natrium diklofenak dan dihomogenkan dengan ultra turax homogenizer pada 3800 rpm selama 5 menit. Disisi lain, disiapkan Tween 80 dalam dapar fosfat dalam pH 6 卤 0,05 yang dipanaskan pada suhu yang sama. Selanjutnya, campuran fase lipid dan fase air tersebut dihomogenkan pada 13000 rpm selama 5 menit 2 siklus. Hasilnya didinginkan hingga mencapai suhu ruang dengan pengadukan menggunakan magnetic stirrer pada 100 rpm. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan patch natrium diklofenak menggunakan metode solvent casting yaitu dengan menuang NLC ke cetakan patch dan dikeringkan selama 48 jam, lalu dilapisi dengan larutan rate controlling membrane (HPMC 606, propilenglikol, dan mentol) yang kemudian dikeringkan kembali selama 24 jam.
Hasil pengamatan organoleptis menunjukkan bahwa NLC berwarna putih, berbau khas lipid, dan konsistensi cair sampai agak kental. Hasil pengujian ukuran partikel menunjukkan semakin tinggi konsentrasi lipid cair maka ukuran partikel semakin kecil, karena lipid cair memungkinkan pembentukan partikel menjadi lebih kecil. Ketiga formula NLC menunjukkan indeks polidispersitas < 0,5, sehingga NLC natrium diklofenak memiliki keseragaman ukuran yang homogen. pH ketiga formula berada pada rentang 6,72-6,80. Adapun zeta potensial pada ketiga formula lebih besar dari -25 mV yang menunjukkan kestabilan sistem NLC. Hasil pengujian viskositas menunjukkan viskositas semakin tinggi dengan konsentrasi lipid cair yang semakin kecil. Hasil uji efisiensi penjebakan meningkat dengan peningkatan konsentrasi lipid cair.
Hasil pengamatan organoleptis patch natrium diklofenak menunjukkan patch memiliki bentuk bulat, berwarna putih, tidak berbau, dan permukaan patch yang sedikit kasar. Hasil pengujian kerataan menunjukkan 0% penyempitan yang setara dengan 100% kerataan patch. Hasil pengujian ketebalan dan keseragaman bobot patch meningkat dengan peningkatan konsistensi NLC. Adapun hasil pengujian kandungan obat menunjukkan patch F1 dengan kandungan obat di atas 85%, sedangkan hasil pengujian homogenitas menunjukkan natrium diklofenak tidak tersebar merata pada sediaan patch. Moisture content ketiga formula <10%. Hasil pengamatan morfologi patch F1 menunjukkan partikel bulat putih yang tersebar merata. Berdasarkan hasil uji pelepasan dan penetrasi menunjukkan fluks pelepasan maupun penetrasi pada patch F1 lebih besar dibandingkan patch F2, F3 dan patch campuran fisik, karena ukuran partikel pada patch F1 lebih kecil sehingga obat lebih mudah melewati barrier. Kinetika pelepasan patch mengikuti kinetika pelepasan Higuchi. Kesimpulan: Perbandingan asam stearat dan asam oleat (6:4, 7:3, 8:2) memiliki pengaruh terhadap karakteristik NLC (ukuran partikel dan efisiensi penjebakan). NLC sebagai reservoir patch memiliki pengaruh terhadap karakteristik patch (ketebalan, keseragaman bobot, homogenitas, dan moisture content). Patch dengan reservoir NLC memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pelepasan dan penetrasi natrium diklofenak.
Penulis: Prof. Esti Hendradi, dra., M.Si., Apt., Ph.D.
Jurnal: Physical Properties, Release and Penetration Tests of Membrane-Type Diclofenac Sodium Patch Using Nanostructured Lipid Carrier as Reservoir





