Escherichia coli merupakan bakteri penting yang dapat menimbulkan masalah kesehatan masyarakat, terutama kebersihan makanan masalah. Escherichia coli biasanya hidup baik di saluran pencernaan manusia dan hewan, di bawah keadaan tertentu pindah ke habitat lain dan menyebabkan penyakit. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa susu dapat menjadi penting media E. coli yang berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat masalah bahkan ada yang menyebabkan lebih penyakit serius pada manusia. Kehadiran patogen E. coli dalam susu menimbulkan kekhawatiran tentang munculnya masalah kesehatan yang dikenal dengan Milkborne disease.
Escherichia coli merupakan bakteri yang perlu mendapat perhatian dalam hal kemampuannya menyebar antar spesies dan intra spesies gen resistensi. E. coli yang bersifat Multidrug resistance (MDR) terbawa oleh ternak dapat ditularkan ke manusia melalui kontak dengan hewan pembawa atau melalui konsumsi produk makanan yang terkontaminasi. Bakteri yang MDR sangat berbahaya jika menyebabkan penyakit atau patogen pada manusia dan hewan. Pilihan jenis antibiotik untuk pengobatan terbatas, penyembuhan penyakit memakan waktu lebih lama dan biaya pengobatan juga meningkat. E. coli yang MDR kini menjadi perhatian para peneliti adalah yang menghasilkan enzim extended spectrum betalactamase (ESBL). Kehadiran enzim ESBL dikodekan oleh gen TEM, SHV dan CTX di plasmid bakteri. Jadi, tujuan dari ini studi adalah untuk menentukan resistensi antimikroba karakteristik MDR dan ESBL E. coli dari beberapa peternakan sapi perah di kabupaten probolinggo jawa timur, Indonesia.
Studi ini menegaskan hal itu Multidrug resistance (MDR) dan extended-spectrum beta lactamase (ESBL) yang diproduksi Escherichia coli dapat ditemukan di beberapa peternakan sapi perah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia. MDR yang dilaporkan dalam studi ini disebabkan oleh sangat tidak rasional penggunaan antimikroba pada individu sapi untuk mengobati berbagai penyakit yang mempengaruhi kualitas susu. Contoh dari MDR dalam susu menjadi masalah kesehatan masyarakat. Kehadiran dari MDR E. coli dalam susu merupakan sumber resisten gen yang dapat menyebar dengan cepat. Jumlah dari 8 (38,10%) isolat MDR pada studi ini menunjukkan pola kombinasi dengan antibiotik tetrasiklin, streptomisin, dan trimetoprim. Satu (4,76%) isolat adalah dipastikan mengandung MDR E. coli dengan pola resistensi tetrasiklin, streptomisin, trimetoprim dan aztreonam.
Tetrasiklin memiliki resistensi antibiotik tertinggi karena mereka sering digunakan dalam kedokteran hewan. Demikian pula, tetrasiklin memiliki persentase tertinggi nilai resistensi antibiotik pada studi ini, dengan nilai 28,58%, diikuti oleh streptomisin (9,52%) dan aztreonam (4,76%). Karena keefektifannya, antibiotik spektrum luas seperti tetrasiklin dan beta laktam lebih sering digunakan pada kasus klinis mastitis pada sapi perah. Penggunaan spektrum luas antibiotik, seperti tetrasiklin dan beta-laktam lebih banyak sering terjadi pada kasus mastitis klinis pada sapi perah, karena dari hasil efektif mereka. Tetrasiklin dan aminoglikosida kelompok adalah pilihan utama antibiotik untuk pernapasan dan masalah sistem pencernaan, diikuti oleh kombinasi dari obat sulfonamida-trimetoprim yang memiliki dampak yang cukup besar pada aktivitas mikroba rumen, dan antibiotik sefalosporin generasi ketiga. Pola persentase MDR isolat E. coli terhadap beberapa agen antibiotik dapat disebabkan oleh pemberian antibiotik yang tidak tepat atau berlebihan pemberian antibiotik dalam pengobatan infeksi penyakit pada sapi perah dan juga dapat disebabkan oleh kontaminasi dari lingkungan dan petani selama proses pemerahan atau kegiatan peternakan yang memungkinkan penularan MDR E. coli dapat terjadi.
Hasil uji konfirmasi ESBL mengungkapkan bahwa 2 (22,22%) isolat ESBL E. coli terdiri dari satu (11,11%) isolat ESBL E. coli (kode AS 27) yang berasal dari susu sampel dengan pola resistensi terhadap tetrasiklin, streptomisin, trimetoprim, aztreonam dan satu (11,11%) ESBL E. coli (kode AL 30) diisolasi dari lingkungan sampel dengan pola resistensi terhadap tetrasiklin, streptomisin dan trimetoprim. Namun, pola dari resistensi terhadap aztreonam yang ditemukan pada isolat ESBL E. coli (kode AS 27) dalam penelitian ini merupakan temuan baru yang perlu mendapat perhatian, mengingat aztreonam jarang digunakan dalam pengobatan sapi perah di Indonesia.
Dalam studi ini, satu isolat dari susu (kode AS 27) dan satu isolat dari sampel lingkungan (kode AL 30) diidentifikasi menunjukkan pola resistensi yang sama untuk tetrasiklin, streptomisin, dan trimetoprim, kecuali untuk susu isolat (kode AS 27) yang juga tahan terhadap aztreonam. Meskipun tingkat resistensi obat ESBL E. coli diisolasi menjadi tetrasiklin, streptomisin, dan trimethoprim tetap rendah, penggunaan antibiotik pada sapi perah harus dievaluasi secara berkala. Berdasarkan temuan resistensi antibiotik aztreonam dan konfirmasi ESBL E. coli dari susu, perlu dilakukan memperhatikan potensi susu sebagai sumber infeksi zoonosis bakteri yang dapat bermanifestasi dan menyerang manusia.
Hasil menunjukkan adanya MDR dan ESBL E. coli dari beberapa peternakan sapi perah di Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur, Indonesia. MDR dan ESBL E. coli dari susu dan peternakan sapi perah lingkungan dapat menyebar ke masyarakat dan mengancam kesehatan masyarakat. Kebaruan dalam penelitian ini adalah penemuan MDR dan ESBL E. coli dari peternakan sapi perah. Selain itu, mencegah dan mengendalikan penyebaran infeksi dengan MDR E. coli dan ESBL E. coli di peternakan sapi perah di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Indonesia.
Penulis korespondensi: Prof. Dr. Mustofa Helmi Effendi, drh., DTAPH
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Widodo A, Lamid M, Effendi MH, Khailrullah AR, Kurniawan SC, Silaen OSM, Riwu KHP, Yustinasari LR, Afnani DA, Dameanti FNAEP, Ramandinianto SC. 2022. Antimicrobial resistance characteristics of multidrug resistance and extended spectrum beta-lactamase producing Escherichia coli from several dairy farms in Probolinggo, Indonesia. Biodiversitas 23: 215-221.
DOI: 10.13057/biodiv/d240126





