51动漫

51动漫 Official Website

Karya Mahasiswi Psikologi UNAIR Tembus Pameran Internasional Rumpun +3 +2 Art Collective 2025

Suasana pameran Rumpun +3 +2 Art Collective 2025 di Jepang, tempat karya Shevi ditampilkan bersama karya seniman muda internasional. (Foto: Dok. Rumpun)
Suasana pameran Rumpun +3 +2 Art Collective 2025 di Jepang, tempat karya Shevi ditampilkan bersama karya seniman muda internasional. (Foto: Dok. Rumpun)

UNAIR NEWS Mahasiswi Fakultas , Tetsar Izzah Shafa Alifia atau Shevi, berhasil menampilkan karya digital art miliknya dalam Rumpun +3 +2 Art Collective 2025 di Jepang. Karya tersebut dipamerkan bersama karya seniman muda dari berbagai negara. 淎ku nggak nyangka karyaku bisa lolos dan dipajang di sana. Rasanya bangga banget, ujarnya.

Perjalanan Awal dan Motivasi Berkarya

Shevi menjelaskan bahwa keikutsertaannya bermula dari keresahan terhadap situasi sosial politik Indonesia pada akhir Agustus. Ia mengikuti perkembangan melalui X dan merasa kewalahan melihat situasi yang mencekam. 淲aktu itu Indonesia lagi chaos banget. Demo ada di mana-mana, katanya. Tidak diizinkan ikut turun ke jalan, ia memilih bersuara lewat seni. 淜alau nggak bisa teriak di depan gedung, aku bisa teriak lewat seni, tuturnya.

Karya digital art milik Shevi yang berhasil lolos dan dipamerkan dalam Rumpun +3 +2 Art Collective 2025. (Foto: Dok. Pribadi)

Informasi mengenai Rumpun ia temukan melalui X dan langsung menarik minatnya. Brainstorming mulai pada 31 Agustus, namun konsep final baru muncul pada hari terakhir. 淎ku nekat ganti konsep di hari H. Setelah maghrib langsung eksekusi. Totalnya cuma empat jam, jelasnya. Meski sempat ragu, ia tetap mengirimkan karya tersebut.

Konsep Visual dan Pesan yang Diangkat

Setiap elemen visual dalam karyanya memiliki makna khusus. Latar biru ia pilih sebagai simbol perlawanan, sedangkan siluet bunga lily menggambarkan harapan bagi Indonesia. 淎ku pilih lily yang mekar karena aku pengen kasih pesan kalau masih ada harapan, ujarnya. Sosok Bu Ana ia tampilkan dengan warna brave pink sebagai simbol keberanian perempuan bersuara. 淢enurutku Bu Ana itu keren banget, tegasnya. Ia juga menambahkan lapisan camera roll analog untuk menciptakan kesan bahwa situasi saat ini mengingatkannya pada tragedi 1998. 淜ayak deja vu, dan itu serem kalau cuma diam, katanya.

Harapan dan Pengalaman

Meskipun tidak ada dukungan langsung dari kampus, keluarga dan teman-teman sangat mendukungnya. Ia berharap masyarakat lebih peka terhadap kondisi negara. 淎ku pengen orang-orang stop tone deaf. Kita harus peduli, ucapnya. Pada hari pembukaan, ia melihat karyanya terpampang di situs resmi Rumpun. 淎ku langsung senyum sendiri pas lihat namaku, ceritanya. Walau belum bisa hadir ke Jepang, ia bangga karyanya dapat dinikmati pengunjung internasional. YOU GO GUYS! Kalau mau tanya-tanya atau kolaborasi, langsung DM aku, tutupnya.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT