Selama beberapa tahun terakhir, studi pariwisata dan perhotelan halal telah meningkat pesat. Situasi ini mungkin merupakan respons terhadap pertumbuhan wisatawan Muslim di seluruh dunia. Menurut teori pariwisata dan perhotelan halal, wisatawan Muslim mencari produk dan layanan pariwisata berkualitas tinggi yang memenuhi permintaan mereka dan sesuai dengan keyakinan agama mereka (Battour dan Ismail, 2014). Oleh karena itu, pengembangan perilaku wisatawan halal yang tepat melalui kepuasan destinasi sangat penting bagi keberhasilan industri pariwisata dan perhotelan halal. Hukum syariah merupakan konsep yang populer dalam masyarakat Islam. Konsep yang awalnya populer di industri perbankan, kini telah menyebar ke sektor lain, termasuk pariwisata (Ratnasari dkk., 2019).
Semakin banyak penelitian mengenai pariwisata halal dan perhotelan telah mengeksplorasi bagaimana interaksi tuan rumah-tamu dipengaruhi oleh keyakinan dalam konteks Islam, serta konteks agama dan budaya lainnya (Carboni dan Janati, 2016; Jaelani, 2017; Ghaderi dkk., 2020 ; Zamani-Farahani dan Henderson, 2014). Namun, masih terdapat kesenjangan dalam literatur ketika mencari pemahaman yang lebih dalam dan rinci tentang hubungan ini. Menurut Suhartanto dkk. (2020), diperlukan lebih banyak penelitian untuk memberikan kontribusi tambahan dalam mengembangkan teori pariwisata halal yang diprakarsai oleh Battour dkk. (2010), karena banyak elemen pariwisata halal yang masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan keadaan saat ini, keadaan literatur mengenai studi pariwisata dan perhotelan halal menggunakan teknik analisis bibliometrik untuk mengisi kesenjangan ini.
Tinjauan Pustaka
Analisis bibliometrik merupakan metode kuantitatif untuk mengungkap tren penelitian (Ahmi dan Mohamad, 2019). Teknik ini menjadi populer di kalangan sarjana karena ketersediaan database (misalnya Scopus dan Web of Science) yang menyediakan data bibliografi untuk dianalisis dan berbagai alat analisis (seperti VOSviewer). Indarti dkk. (2020a) menggambarkan analisis bibliometrik sebagai pengelompokan penelitian berdasarkan gender, dengan fokus pada keterlibatan, pengembangan, dan hambatan dalam menjalankan bisnis.
Topik wisata halal dan perhotelan mulai bermunculan di berbagai publikasi baik berupa buku maupun jurnal, karena wisata halal dan perhotelan merupakan topik penelitian yang tidak dapat dipisahkan. Dengan menggabungkan analisis bibliometrik, penelitian Yagmur dkk. (2020) menunjukkan bahwa kajian mengenai wisata halal mulai berkembang pada tahun 2011 dan kemudian meningkat pada tahun 2016, dengan rata-rata jumlah sitasi lapangan sebesar 3,1 dengan h-indeks tujuh. Yu dkk. (2019) membuat peta pengetahuan dengan menggunakan teknik scientometri, dan data bibliometrik digunakan untuk menyajikan sudut pandang yang netral dan komprehensif mengenai pariwisata berpihak pada masyarakat miskin (PPT). Wahyuni dkk. (2019) meneliti penelitian makanan halal dengan menggunakan analisis bibliometrik berdasarkan artikel, penulis, afiliasi, dan kata kunci kontribusi utama, yang ditinjau, dikelompokkan, dan dianalisis secara menyeluruh.
Metode dan Hasil
Penelitian ini menemukan 314 dokumen Scopus dari tahun 2003 hingga 2023 mengenai penelitian yang ada terkait dengan bidang ini. Penelitian ini kemudian menggunakan analisis bibliometrik dari kumpulan data ini. Penelitian ini menganalisis data bibliografi dokumen berdasarkan tahun, judul sumber, negara asal, institusi, pengarang, kata kunci dan kutipan. Aplikasi perangkat lunak Microsoft Excel, bibliometrix, Harzing’s Publish or Perish dan VOSviewer digunakan untuk melakukan analisis frekuensi, mengevaluasi dampak dan memetakan jaringan bibliometrik mengenai perhotelan halal. Studi ini menyajikan evolusi publikasi di bidang penelitian berdasarkan tahun, pemain terbaik dalam judul sumber, negara, institusi, dan penulis. Makalah ini juga mengevaluasi struktur intelektual penelitian yang ada mengenai pariwisata halal dan perhotelan dan menyajikan dokumen paling berpengaruh di bidang ini. Ada 112,21 kutipan per tahun, 7,21 per makalah dan 3,14 penulis per makalah. Temuan ini mengungkapkan bahwa tren penelitian mengenai pariwisata halal dan perhotelan telah menarik perhatian akademisi dan berkembang menjadi bidang yang signifikan pada tahun 2016. Malaysia dan Indonesia telah menjadi kontributor utama penelitian perhotelan halal, dengan proporsi penulis tertinggi.
Penulis: Prof. Dr. Ririn Tri Ratnasari, S.E., M.Si.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Battour, M., Ratnasari, R.T., Ahmi, A., Sukmana, R. and Hendratmi, A. (2024), “The current state of published literature on halal tourism and hospitality: a bibliometric review”, Journal of Islamic Marketing.





