UNAIR NEWS – Keberadaan Artificial Intelligence (AI) di masa kini memunculkan dampak bagi masyarakat. Selain itu, juga menyebabkan kepanikan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Kuliah Tamu mengenai Artificial Intelligence (AI) dibawakan oleh Prof Dr Bart Barendregt dengan judul 淥ne Among the Zeroes AI in Islam di Gedung Adi Sukadana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik () 51动漫 (UNAIR) pada Senin (8/5/2023).
Definisi AI sendiri merupakan sebuah teknologi yang mampu melakukan pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan atau intelegensi manusia.
Dalam konteks Islam 淎I dapat menjelaskan tafsir ayat sekaligus hadis. Tidak hanya itu, AI juga dapat membacakan ayat Al – Quran dan dimanfaatkan dalam menulis khutbah di masjid.
Hal ini yang menjadi dilema dalam dunia pendidikan karena menjadi sebuah kekuatan yang mengganggu.
Prof Dr Bart Barendregt menyampaikan bahwa kehadiran AI ini juga dipertanyakan seperti 渁pakah seseorang nantinya akan dinilai atau terbantu dengan apa yang mereka ciptakan sendiri (AI)?. Selain itu juga terdapat penelitian dimana AI dipergunakan untuk menghidupkan atau menjaga ingatan manusia yang telah meninggal.
Hal ini menghasilkan pemikiran bahwasanya AI dapat menjadi batu loncatan manusia untuk melakukan evolusi bersama dengan teknologi yang mereka ciptakan.
淢elihat dari cepatnya perkembangan teknologi ini seakan menjadi kolonisasi dalam kehidupan sehari – hari manusia, Jelasnya.
淜arena manusia tidak memiliki waktu untuk memikirkan dirinya sendiri karena konstruksi akan masa depan yang penuh dengan digitalisasi atau serba teknologi. Dengan itu bukan tidak mungkin akan muncul teknologi cyborg atau implan teknologi pada tubuh manusia, Tambahnya.
Dengan itu Prof Dr Bart Barendregt menyampaikan bahwasannya di masa depan akan ada bahan diskusi terkait AI dimulai dari mempertanyakan keberadaan AI, algoritma AI yang nantinya menjadi budaya dan akan mampu menciptakan budaya, hingga masa depan yang bersifat kultural dan berupa kontestasi fakta.
淧ada kehidupan sekarang AI sudah menjadi visualisasi masa depan yang berwujud serba digital dan dimasa depan digital dapat menjadi kontruksi sosial yang terbentuk secara politis.
Penulis: Nokya Suripto Putri
Editor: Feri Fenoria
Baca juga:
Presbem FISIP UNAIR Soroti Anak Muda Terjun Politik Praktis
楩ISIP Setara Upaya Hapus Kekerasan Seksual dan Diskriminasi Gender di Kampus





