51动漫

51动漫 Official Website

Keberadaan Sel Punca pada Kanker Ovarium

IL by Halodoc

Kanker ovarium merupakan salah satu keganasan ginekologi yang mematikan. Penyakit ini biasanya sulit dideteksi pada tahap awal karena hanya sedikit gejala spesifik dan tidak banyak metode skrining yang tersedia, Sehingga, biasanya pasien datang pada tahap lanjut dan stadium metastasis penyakit. Terapi awal untuk menyakit ini meliputi pembedahan untuk mengangkat tumor, kemudian dilanjutkan dengan kemoterapi.

Pada awalnya, terapi menunjukkan hasil yang menjanjikan, namun beberapa tanda kekambuhan mulai terlihat. Jumlah kasus kekambuhan pada keganasan yang sebelumnya berespon terhadap pengobatan, semakin tinggi diduga karena adanya sekelompok kecil sel punca kanker. Sel punca kanker diduga merupakan mutasi dari sel punca normal, karena menunjukkan beberapa kemampuan sel punca normal seperti kemampuan untuk memperbarui diri, kemampuan untuk menciptakan banyak garis keturunan, dan kemampuan untuk berkembang biak secara luas.

Jaringan saluran reproduksi wanita terus mengalami pembaharuan sebagai akibat dari cedera yang disebabkan oleh siklus ovulasi yang terjadi secara rutin setiap bulan pada masa reproduksi. Epitel di permukaan ovarium pecah saat ovulasi, melepaskan oosit dan kembali sembuh dengan cepat. Fimbria menyapu permukaan ovarium selama ovulasi untuk mengumpulkan oosit yang dikeluarkan dari folikel untuk pembuahan.

Lapisan terluar ovarium ditutupi selapis sel yang disebut epitel permukaan ovarium. Di dalamnya, proses cedera dan ruptur memberikan plastisitas dengan mendorong ekspresi gen yang dibutuhkan untuk remodelling jaringan, baik di jaringan epitel maupun mesenkim. Oksigen reaktif dan sitokin yang dihasilkan selama ovulasi, mengekspos epitel ke kerusakan DNA, yang seiring berjalannya waktu dapat menyebabkan transformasi ganas. Karena sel epitel yang dibebaskan terperangkap, inklusi kista juga dapat berkembang, Kista mengalami metaplasia jika terpapar hormon pertumbuhan.

Dalam hal transpor membran, repair DNA, dan kapasitasnya untuk mengontrol pembaruan, diferensiasi respon mutasi dan respon dari luar, sel punca kanker sama seperti sel punca normal. Karakteristik ini memungkinakan mereka untuk menahan terapi untuk pembelahan sel yang tinggi. Identifikasi penanda sel punca kanker dan mekanisme karsinogenesis, berperan penting dalam memahami perilaku sel tumor.

Sel punca kanker dapat diisolasi secara khusus dari non sel punca kanker dengan menyortir sel-sel ini menggunakan penanda permukaan sel khusus sel punca kanker seperti flow cytometry dan magnetic-activated cell sorting (MACS). Monoklonal antibodi spesifik terpasang pada super-paramagnetik dan biodegradable microbeads di MACS, yang memungkinkan sel yang mengekspresikan target antigen. FACS (fluroscent-activated cell sorting) adalah teknik pemisahan alternative yang dapat digunakan untuk memisahkan sel menurut panjang gelombang pancarannya. MACS lebih mudah daripada FACS karena membutuhkan peralatan yang lebih sedikit. Namun, MACS tidak dapat mengisolasi sel menggunakan banyak penanda secara bersamaan.

Keberadaan sel punca kanker dalam heterogenitas populasi seluler pada jaringan kanker ovarium memberi banyak petunjuk tentang kekambuhan kanker pada pasien yang sama. Populasi sel tumor kanker dapat menimbulkan munculnya tumor baru ketika bertemu dengan lingkungan mikro yang baru dan memiliki kemampuan chemo-resistance, memberi kesempatan lebih untuk bertahan hidup, mengisi kembali, dan bermetastasis. Namun, keberadaan subpopulasi ini, memungkinkan kita untuk mengidentifikasi lebih target terapi untuk menghentikan sel punca kanker dari proses memperbarui diri, diferensiasi, bermetastasis dan kambuh kembali.

Penulis: Brahmana Askandar Tjokroprawiro

Artikel lengkap dapat diakes pada link berikut:

AKSES CEPAT