51动漫

51动漫 Official Website

Kedokteran FIKKIA Buka Peluang Karir Dokter Bidang Travel Medicine

Visualisasi Dokter Travel Medicine (Foto: palacegatepractice.com)
Visualisasi Dokter Travel Medicine (Foto: palacegatepractice.com)

UNAIR NEWS – Bagi dokter yang memiliki minat di bidang kesehatan sekaligus hobi traveling, travel medicine dapat menjadi pilihan karir yang tepat. Travel medicine adalah disiplin ilmu yang berfokus pada kesehatan wisatawan sebelum, selama, dan setelah perjalanan. Program Studi Kedokteran Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam () 51动漫 (UNAIR) Banyuwangi turut berperan dalam membekali calon dokter dengan keterampilan khusus dalam bidang tersebut.

KPS Kedokteran FIKKIA, Muhammad Nazmuddin dr MSc menyebut banyak peluang karir terbuka bagi dokter yang ingin menekuni travel medicine. Seorang dokter bisa bekerja pada klinik khusus vaksinasi dan travel medicine, rumah sakit dengan pelayanan kesehatan perjalanan. Bahkan, bisa juga membuka praktik sendiri.

Selain itu, dokter di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memiliki peran penting dalam pengawasan kesehatan pelaku perjalanan. Termasuk vaksinasi, skrining penyakit menular, dan pengendalian wabah terminal perjalanan internasional. Industri pariwisata juga membuka kesempatan luas bagi dokter dalam kapal pesiar, maskapai penerbangan, serta layanan haji dan umroh yang membutuhkan tenaga medis untuk menangani kesehatan wisatawan.

淏agi calon dokter yang ingin menjadikan perjalanan sebagai bagian dari profesi mereka sekaligus berkontribusi dalam kesehatan global. Travel medicine menawarkan pilihan karir yang menjanjikan dan penuh petualangan, sebut dosen yang arkab disapa dr Didin itu.

Selain pilihan karir yang luas, bidang tersebut juga menawarkan berbagai peluang studi lanjut dan sertifikasi. Dokter dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang master atau PhD dalam travel medicine atau tropical medicine. Selain itu, sertifikasi seperti Certificate in Travel Health (CTH) dari International Society of Travel Medicine (ISTM) dapat meningkatkan kredibilitas di bidang tersebut.淏agi yang tertarik pada aspek spesifik perjalanan, sertifikasi dalam aviation medicine atau maritime medicine juga tersedia untuk bekerja di industri penerbangan atau kelautan, kata dr Didin.

Riset bidang kedokteran pariwisata itu juga merupakan bidang yang menarik. Berbagai topik penyakit infeksi pada pelaku perjalanan seperti malaria, demam berdarah, dan tuberkulosis menjadi perhatian. Efek perjalanan jarak jauh terhadap kesehatan yang membuat jet lag dan deep vein thrombosis seringkali ditemukan. 淪elain itu, tren wisata medis yang mencakup pasien bepergian untuk transplantasi organ atau fertilisasi in vitro (IVF) semakin berkembang. Juga membutuhkan perhatian khusus daritenaga medis profesional, ungkapnya.

UNAIR Banyuwangi memiliki sumber daya akademik yang kuat untuk mendukung travel medicine. Dengan dosen yang berpengalaman dalam kedokteran tropis, kesehatan lingkungan, epidemiologi, serta medis darurat, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang tantangan kesehatan dalam perjalanan. Jejaring dengan industri pariwisata juga memungkinkan pengembangan layanan kesehatan perjalanan yang lebih luas.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT