UNAIR NEWS – Intan Vallentien Dwi Hariati yang akrab disapa Vallent, punya segudang pengalaman menarik tentang perjuangannya saat mengikuti lomba. Salah satunya ia harus menghemat biaya.
漊苍迟耻办 ngakali biaya yang keluar saat lomba, ya harus serba ekstra. Dulu saya pernah tidur di lobi hotel dan restoran cepat saji. Untuk menghemat makan, saya sering beli satu makanan dibagi berdua dengan teman, tutur Dwi, peraih IPK 3,64 ini.
Kegigihan dan usaha ekstra perempuan kelahiran Tuban ini telah mengantarkannya meraih prestasi sebagai wisudawan berprestasi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 51动漫. Ia punya seabrek prestasi yang pernah diraih saat menjadi mahasiswa.
淧restasi yang saya dapat seluruhnya dari lomba karya tulis ilmiah, seperti juara I Scientific World of Research Dentistry 2015 kategori Research di Bali, juara III Jakarta Islamic Scientific Forum (JISFO) 2014 kategori Literature Review di Jakarta. Kemudian juara Poster Presenter South East Asia Association for Dental Education 2016 di Vietnam, jelas perempuan kelahiran 11 September 1996 ini.
Dari sederet prestasi tersebut, bagi Vallent, kompetisi JISFO tahun 2014 memberikan pengalaman yang paling berkesan. Meski ia tak meraih juara pertama, Vallent menjelaskan bahwa kompetisi tersebut memberikan banyak pelajaran hidup.
漈opik yang saya angkat ini mengharuskan saya dan teman-teman terjun langsung ke Panti Werdha tempat para lanjut usia (lansia). Dari eyang-eyang di sana itu saya banyak sekali mendapatkan pelajaran hidup. Saat melihat fakta kebersihan rongga mulut para lansia, saya tak hanya ingin mencari metode yang tepat atau untuk menang ajang ilmiah, namun benar-benar ingin meningkatkan kualitas hidup mereka, tutur Vallent mengakhiri percakapan. (*)
Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Defrina





