n

51动漫

51动漫 Official Website

Kelas Internasional FK UNAIR Luluskan Dokter Asal Malaysia

Nurul Izzati bersama keluarga (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran 51动漫 kembali mencetak lulusan dokter baru. Pada periode pelantikan ke empat yang dilaksanakan Kamis (27/11), sebanyak 57 orang dokter dilantik oleh Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U. Yang menarik, salah satu dokter yang dilantik berasal dari Malaysia. Ia adalah satu dari sepuluh mahasiswa angkatan 榩erintis kelas internasional FK UNAIR.

Nurul Izzati kini dapat bernafas lega. Bagaimana tidak, menjadi mahasiswa asing menuntutnya untuk lebih banyak belajar dan beradaptasi. Namun, bagi perempuan asal Selangor Malaysia ini, kuliah enam tahun memberinya banyak tantangan. Selain itu, ia juga mendapat banyak pengalaman berharga.

Bermula ketika ia lolos dalam ujian seleksi yang digelar FK UNAIR tahun 2010 lalu. Ia tetap memilih FK UNAIR meskipun pada saat yang bersamaan ia memiliki rencana lain hendak kuliah di Australia.

Sebagai lulusan angkatan pertama kelas internasional FK UNAIR, Nurul bersama sembilan teman seangkatanya harus benar-benar struggle mengingat mereka adalah angkatan perintis. Ia merasakan betul perbedaan antara kurikulum di kelas internasional dengan mahasiswa kedokteran kelas regular. Kurikulum kelas regular memang sudah terarah. Sementara kelas internasional, lebih banyak menuntut adanya kemandirian.

Mahasiswa kelas internasional angkatan pertama ini memang terbatas jumlahnya, hanya sepuluh orang. Karena jumlah yang sedikit, membuat intensitas hubungan dosen dengan mahasiswa menjadi lebih intensif.

淜ondisi ini yang benar-benar membuat hubungan pertemanan kami begitu erat karena memang sama-sama berjuang dari nol, ungkap Nurul.

Tantangan lainnya, bahan perkuliahan pun harus mereka cari sendiri. Dosen hanya memberi judul materi. Setelah bahan diperoleh, barulah kemudian didiskusikan secara berkelompok. Dalam hal ini, kegiatan pembelajaran lebih didominasi dengan kegiatan diskusi.

Sempat Kikuk Tangani Pasien Asal Madura

Sebagai mahasiswa asing, kendala bahasa sebenarnya tidak begitu masalah baginya. Toh selama perkuliahan berlangsung, antar mahasiswa dan dosen saling berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Hanya saja, kesabarannya teruji ketika masuk praktik jaga di RSUD Dr Soetomo. Di sanalah ia harus melayani banyak pasien dari berbagai daerah.

淧ernah suatu ketika ketemu pasien asal Madura. Pasien menceritakan kondisinya tapi pakai bahasa lokalnya dia. Ya jelas saja saya nggak paham sama sekali ya. Cuman saya nggak nyerah begitu saja. Saya juga ndak mengalihkan pasien ini ke teman saya. Saya minta bantuan teman untuk menterjemahkan apa-apa yang disampaikan si pasien. Sempat kikuk ya, tapi untungnya bisa teratasi, ungkapnya.

Walau bagaimanapun, Nurul merasa RSUD Dr. Soetomo telah memberinya banyak pembelajaran dan pengalaman berharga. Dari situ ia belajar menghadapi pasien dengan berbagai karakter dan sekaligus mengenal berbagai jenis penyakit.

淜asus penyakit di sini dengan di Malaysia hampir sama. Jadi rasanya tidak ada kesulitan ketika akan berpraktik di Malaysia, karena sudah belajar banyak di rumah sakit ini, jelasnya.

Lantas apa rencana berikutnya setelah lulus? 淏alik pulang ke Malaysia dan meniti karier disana, jawabnya. Karena sesuai peraturan di Malaysia, lulusan dokter baru diwajibkan bekerja selama dua tahun di rumah sakit pemerintah. Setelah itu bisa memutuskan kembali kuliah spesialis atau membuka praktik sendiri.

淎ku ikuti peraturan yang ada dulu, ke depannya belum tahu. Kalau di tengah jalan ketemu jodoh, ya nikah dulu kali ya. Hahaha, kelakarnya. (*)

Penulis : Sefya Hayu
Editor : Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT