51动漫

51动漫 Official Website

Kelompok KKN UNAIR Turut Tangani Stunting dan Berdayakan UMKM di Desa Kabat Banyuwangi

Sosialisasi intervensi stunting oleh kelompok Desa Kabat. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Kelompok KKN BBK 51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan program intervensi stunting di Desa Kabat, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi pada Senin (16/01/2023). Kegiatan tersebut merupakan implementasi program bidang kesehatan yang ditujukan untuk menangani kasus stunting di Kabupaten Banyuwangi. 

Ehren Dean Mahanaim Damanik selaku ketua kelompok menyampaikan bahwa latar belakang diadakannya program tersebut karena persoalan stunting di Kabupaten Banyuwangi masih terbilang tinggi. Selain itu, intervensi stunting juga menjadi prioritas utama yang Presiden Joko Widodo canangkan sehingga mahasiswa harus terlibat di dalamnya.

淪ecara statistik, dari 4 dusun yang ada di Desa Kabat ini, Dusun Karangrejo dan Dusun Bodean adalah daerah dengan angka stunting tertinggi dengan masing-masing terdiri dari 2 kasus. Selain 2 dusun tadi, ada Dusun Krajan dengan 1 kasus dan Dusun Mantren dengan 0 kasus, ungkapnya.

淒engan begitu, kami mengadakan program pemberian makanan peningkatan gizi khususnya untuk para balita stunting di sana. Itu dilakukan secara serentak saat berada di posyandu balita Dusun Mantren, sambung Ehren.

Pendataan pelaku UMKM di Desa Kabat. (Foto: Istimewa)

Selain intervensi stunting, Ehren menuturkan bahwa timnya juga mengadakan program di bidang ekonomi dengan membantu memberdayakan masyarakat UMKM pada Kamis (19/01/2023). Mereka turut bekerja sama dengan sekretaris desa setempat untuk melakukan pendataan UMKM guna pemutakhiran data yang akan ditampilkan di situs resmi Desa Kabat. 

淒ari pendataan yang dilakukan, hasil akhirnya ditemukan setidaknya 50-60 persen pendataan sampel yang ada di 4 dusun di Desa Kabat belum memahami bahwa UMKM baru bisa dikatakan sebagai UMKM apabila pelaku wirausaha mempunyai kekayaan bersih dari rentang Rp50.000.000 sampai Rp500.000.000. Namun, pada kenyataannya tidak semua pelaku UMKM mempunyai kekayaan bersih dengan total tersebut, tuturnya. 

Di samping pendataan, Ehren dan tim juga turut membantu proses branding dan marketing masyarakat UMKM di sana dengan memanfaatkan media sosial. Hal tersebut disebabkan karena kebanyakan masyarakat belum paham untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran. 

淗al ini kemudian menjadi landasan dasar juga bagi kelompok kami untuk memberikan bantuan praktikal tentang branding dan marketing untuk satu pelaku UMKM yang ada di Dusun Krajan, tutupnya. (*)

Penulis: Rafli Noer Khairam

Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT