Ikan lele (Clarias gariepinus, Burchell 1882) merupakan salah satu ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di Indonesia. Kebutuhan ikan lele akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Ikan lele banyak dibudidayakan dengan alasan sistem budidayanya mudah beradaptasi, tidak membutuhkan kualitas air yang cukup tinggi, ikan dapat memanfaatkan pakan yang diberikan secara efektif, dan dapat dibudidayakan pada lahan dan sumber air yang terbatas. Kendala yang menyertai peningkatan kebutuhan ikan lele dalam produksi ikan lele adalah banyaknya ikan lele yang terserang penyakit. Penyakit pada ikan budidaya umumnya muncul ketika kondisi budidaya tidak mendukung, seperti penurunan kualitas air, pemberian pakan yang berlebihan, dan kepadatan ikan yang terlalu tinggi.
Salah satu penyebab penyakit pada ikan lele adalah infeksi bakteri. Salah satu bakteri penyebab patogen pada ikan lele dan ikan air tawar lainnya adalah Aeromonas hydrophila. Bakteri tersebut menyebabkan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang menginfeksi bagian luar tubuh ikan dan masuk secara sistemik ke dalam peredaran darah ikan. Hal ini dapat menyebabkan dermatitis, selulitis orbital, dan pecahnya mata. Pada akhirnya, ikan lele akan mati. Masalah infeksi bakteri pada ikan lele ini dapat diatasi dengan pemberian antibiotik sintetis yang mana pemberian antibiotik tersebut dapat menyebabkan munculnya strain bakteri patogen yang resisten sehingga mencemari lingkungan dan merugikan konsumen .
Probiotik adalah mikroba hidup di dalam saluran pencernaan inang. Penambahan probiotik pada pakan ikan dapat meningkatkan keseimbangan mikrobiota dalam saluran pencernaan ikan dan menghambat perkembangan patogen dalam saluran usus. Penggunaan probiotik dalam akuakultur juga dapat meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan pencernaan makanan dan penyerapan nutrisi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memodulasi keseimbangan mikrobiota dalam saluran pencernaan, dan meningkatkan kualitas air. Genus mikroba yang sering berperan sebagai probiotik terdiri dari Lactobacillus, Bacillus, Enterococcus, dan Saccharomyces. Pengaruh penambahan probiotik pada pakan ikan dapat mengoptimalkan peran enzim pencernaan atau menstimulasi sekresi enzim sehingga proses pencernaan pakan menjadi lebih optimal. Termasuk dalam bakteri yang terbukti memiliki peran sebagai probiotik adalah L. casei.
Bakteri L. casei tahan terhadap garam empedu dan pH rendah, sehingga dapat hidup di dalam usus dan organ lambung. Selain itu, bakteri L. casei memiliki aktivitas antimikroba dan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik L. casei FNCC 0090 dengan berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan
Makanan ikan mengandung nutrisi yang lengkap dan kompleks. Sebanyak 5% serat kasar dan 13% abu merupakan sumber karbon yang mendukung pertumbuhan bakteri probiotik. L.casei FNCC 0090 mampu mengubah gula menjadi asam laktat melalui proses fermentasi. Produk fermentasi lainnya adalah asam asetat dan karbondioksida dalam jumlah kecil. Adanya asam laktat sebagai hasil metabolisme menyebabkan saluran pencernaan lele memiliki pH yang lebih rendah. Kondisi ini akan menguntungkan inang karena bakteri probiotik berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan bakteri pembusuk akibat pH yang rendah. pH yang rendah juga akan meningkatkan sekresi enzim proteolitik pada usus untuk mengoptimalkan metabolisme protein.
Adanya enzim proteolitik dan selulolitik yang dikeluarkan oleh probiotik berperan dalam memperlancar proses pencernaan pakan. Sekresi enzim yang optimal yang dirangsang oleh kehadiran probiotik menyebabkan ikan lele memiliki rasio konversi pakan (FCR) yang rendah. Jika nilai konversi pakan rendah, maka nilai efisiensi pakan akan semakin baik, begitu pula sebaliknya. Konversi pakan menggambarkan tingkat efisiensi pemanfaatan pakan yang dicapai. Konversi pakan menunjukkan seberapa banyak pakan yang diubah menjadi biomassa tubuh ikan.
Kelangsungan hidup ikan lele antara perlakuan pakan yang satu dengan yang lain memiliki nilai yang cukup fluktuatif, namun secara umum kelangsungan hidup ikan meningkat seiring dengan penambahan konsentrasi probiotik. Peningkatan kelangsungan hidup ikan lele diduga karena adanya peran probiotik L. casei FNCC 0090 yang ditambahkan ke dalam pakan. Pakan yang mengandung probiotik yang masuk ke dalam saluran pencernaan ikan akan menguntungkan bagi inangnya. Hal ini dikarenakan keberadaan probiotik dapat memperbaiki keseimbangan mikroorganisme di dalam saluran pencernaan ikan lele. Keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan ikan merupakan pertanda baik karena berdampak baik bagi kesehatan dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan. Sistem kekebalan tubuh yang baik akan meningkatkan nilai kelangsungan hidup ikan.
L. casei FNCC 0090 untuk diaplikasikan pada ikan lele, baik pada ikan lele yang terinfeksi maupun yang tidak terinfeksi patogen A. hydrophila. Isolat L. casei FNCC 0090 merupakan biakan murni yang diperoleh dari keju, namun demikian penelitian ini menunjukkan bahwa isolat bakteri yang diperoleh dapat diaplikasikan pada bidang akuakultur, khususnya pada proses budidaya ikan lele. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penambahan L. casei FNCC 0090 dapat meningkatkan pertumbuhan ikan lele yang dilihat dari parameter SGR, FCR, SR, ADG, dan PWG. Selain itu, penambahan L. casei FNCC 0090 juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan lele yang dilihat dari kadar enzim lisozim aktivitas fagositosis.
Bakteri L. casei FNCC 0090 sebagai agen probiotik yang dapat menggantikan antibiotik dalam proses budidaya ikan lele, mengingat penggunaan antibiotik memberikan dampak yang kurang baik bagi ikan lele, konsumen, dan lingkungan. Selain itu, melalui penelitian ini penulis menginformasikan bahwa bakteri probiotik yang berhasil diisolasi dari keju dapat diaplikasikan di bidang akuakultur dan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut di masa yang akan datang.
Penulis: Nurul Aini, Sri Puji Astuti Wahyuningsih, Fatimah, Sapto Andriyono, Hoang Dang Khoa Do, Muhammad Bachruddin
Sumber:
Feasibility of Probiotic Lactobacillus casei FNCC 0090 to Improve Growth and Immune Response of Catfish (Clarias gariepinus) toward Aeromonas hydrophila Infection
Nurul Aini, Sri Puji Astuti Wahyuningsih, Fatimah, Sapto Andriyono, Hoang Dang Khoa Do, Muhammad Bachruddin
HAYATI Journal of Biosciences





