51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Kemanjuran Terapi Oksigen Topikal untuk Penyembuhan Luka

Kemanjuran Terapi Oksigen Topikal untuk Penyembuhan Luka
Photo by Orami

Luka kronis ditandai dengan peradangan yang berkepanjangan, infeksi yang terus-menerus, dan pembentukan biofilm yang resisten terhadap obat, yang mencegah penyembuhan tepat waktu. Seringkali luka kronis sering dikategorikan sebagai ulkus vaskular, ulkus diabetes, dan ulkus dekubitus. Luka kronis kadang-kadang disebut hipoksia karena kadar oksigen luka sering kali di bawah ambang batas yang diperlukan untuk mendukung aktivitas enzim yang dibutuhkan untuk perbaikan jaringan. Dalam studi preklinis, terapi oksigen topikal (TOT) terbukti meningkatkan penyembuhan luka dengan menerapkan oksigen suplemental secara topikal ke permukaan luka yang lembab pada kondisi normobarik.

Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini berupaya memberikan evaluasi menyeluruh terhadap uji coba terkontrol acak (RCT) dan studi observasional yang diketahui yang membandingkan penggunaan TOT sebagai terapi tambahan pada perawatan luka standar. Tinjauan dan meta-analisis sebelumnya secara eksklusif berfokus pada kelompok dengan ulkus kaki diabetik. Mengungkapkan temuan menggembirakan yang mendukung penggunaan TOT.

Sebanyak 1077 studi diperoleh dari berbagai basis data: 219 studi dari PubMed; 545 studi dari Scopus; 123 studi dari ScienceDirect; 68 studi dari ProQuest; 105 studi dari Web of Science; 10 studi dari ClinicalTrials.gov; 3 studi dari EU Clinical Trial Registers; dan 4 studi dari Preprints.org. Studi tersebut diidentifikasi dan difiltrasi sehingga menyisakan 23 studi. Dari 23 studi yang tersisa, sejumlah 14 studi tidak terdapat data dan parameter yang diperlukan untuk melakukan meta-analisis. Akhirnya, 9 studi yang memenuhi syarat (tujuh RCT dan dua kohort) kemudian ditinjau secara kualitatif. Skala Jadad digunakan untuk menilai keandalan studi RCT, sedangkan Skala Newcastle-Ottawa (NOS) digunakan untuk menilai kualitas studi observasional.

Tujuh studi RCT (n = 692) dan dua studi observasional terkontrol (n = 111) dianalisis. Tingkat penyembuhan luka adalah 25,8% pada kelompok kontrol dan 43,25% pada kelompok TOT adjuvan. Menunjukkan penggunaan TOT secara signifikan meningkatkan jumlah luka yang sembuh (RR = 1,77; 95% CI 1,18“2,64; p = 0,005). Penurunan signifikan dalam persentase luas luka ditemukan pada kelompok TOT dalam studi RCT (perbedaan rata-rata = 15,64; 95% CI 5,22“26,06; p = 0,003). Dalam studi observasional, tingkat penyembuhan luka adalah 37,5% pada kelompok perawatan standar dan 80,95% pada kelompok TOT adjuvan, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah luka yang sembuh pada kelompok TOT adjuvan (RR = 2,15; 95% CI 1,46“3,15; p < 0,00001).

Penelitian ini menekankan penggunaan TOT sebagai terapi tambahan yang baik untuk luka kronis yang tidak kunjung sembuh. Khususnya, luka dengan gangguan vaskular seperti ulkus diabetik dan ulkus dekubitus. Kurangnya protokol standar terkait parameter seperti durasi, aliran oksigen, dan tekanan pada perangkat TOT menghadirkan tantangan signifikan dalam penerapan dan efektivitasnya secara luas. Sangat penting bagi komunitas medis untuk berkolaborasi dalam menetapkan protokol berbasis bukti guna mengoptimalkan kemanjuran TOT sekaligus memastikan keamanannya. Hal ini melibatkan pelaksanaan penelitian yang ketat untuk menentukan pengaturan optimal yang disesuaikan dengan berbagai kondisi dan kebutuhan pasien. Pada akhirnya membuka jalan bagi penerapan TOT yang lebih konsisten dan andal dalam praktik klinis.

Penulis : Dr. Indri Lakhsmi Putri, dr., Sp.B.P.R.E, Subsp.K.M(K)

Link:

Baca juga: Efektivitas Metilprednisolon Oral sebagai Terapi Adjuvan

AKSES CEPAT