UNAIR NEWS Airlangga Bojonegoro Community (ABC) 51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan ABC Berbagi Kasih bertajuk 淗armoni, Harapan dan Motivasi Anak Negeri. Kegiatan itu diselenggarakan di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) pada Kamis (25/4/2019). Mahasiswa ABC memberikan motivasi dan membangun semangat cita-cita anak penderita kanker ABC.
Berbagi Kasih merupakan program kerja tahunan dari Departemen Pengabdian Masyarakat ABC. Tidak hanya pengabdian kepada masyarakat Bojonegoro, namun ABC juga berkontribusi nyata untuk masyarakat sekitar Surabaya sebagai tempat mengenyam pendidikan tinggi.
Nurul Azizah selaku Ketua Panitia mengungkapkan bahwa Perjuangan anak usia dini penderita kanker sangatlah berat dalam melawan penyakit. Maka dari itu Mahasiswa ABC melalui kegiatan itu mencoba memberikan sedikit kebahagiaan untuk anak penderita kanker di YKAKI.
淜ami mencoba memberikan motivasi kepada mereka (anak penderita kanker, Red) agar mereka tetep semangat menjalani hidup, juga membesarkan harapan mereka untuk menggapai mimpi-mimpinya, ungkapnya.
Azizah mengatakan bahwa dalam kegiatan ABC Berbagi Kasih, Mereka mengajak anak-anak penderita kanker di YKAKI untuk belajar dan bermain bersama. Saat ditanyakan mengenai cita-cita, mereka menjawab dengan sangat antusias, ada yang ingin menjadi dokter, guru, pemadam kebakaran, dan lain-lain.
淢ereka adalah anak-anak yang kuat dan memiliki mimpi besar, tambahnya.
Selanjutnya Azizah teringat pada film 淎nak Kecil Untuk Tuhan dimana tokoh dalam peran utama dari film tersebut ialah seorang remaja yang melawan kanker dengan perjuangannya yang sangat berat. Di YKAKI anak-anak kecil tak berdosa yang harusnya menikmati masa bermain bersama teman-temannya kini harus menghadapi penyakit yang begitu berat.
淗arusnya orang-orang mulai peduli kepada penderita kanker dan menghapus statement bahwa kanker dapat menular melalui aktivitas luar, padahal nyatanya kanker tidak bisa menular melalui kontak fisik, ucapnya.
Azizah berharap agar anak-anak penderita kanker bisa segera sembuh dan perjuangan mereka dicatat sebagai pahala yang dapat melebur dosa kedua orang tunya. Dari mereka Azizah belajar untuk pantang mengeluh dan terus bersyukur karena telah diberi kesehatan.
淪aya harap mereka dapat terus semangat dan tidak pernah putus asa. Saya ingin melihat mereka sembuh dan menggapai mimpi-mimpi besarnya, pungkasnya. (*)
Penulis : Sandi Prabowo
Editor : Khefti Al Mawalia





