UNAIR NEWS – Mahasiswa Pengobatan Tradisional selenggarakan forum Internasional Geratih (Get To Know About Indonesian and Cross Culture Hermitage), Sabtu- Minggu, 16-17 dan 23-24 September 2023. Mengusung konsep kenalkan warisan pijat Jawa dan Bali, acara tersebut resmi dibuka pada Sabtu, (16/09/2023).
“Di tengah era yang modern, pengobatan tradisionalmasih sangat masyarakat butuhkan. Tak hanya di Indonesia, warisan pijat (massage) masih eksis di kancah internasional,” ujar Maya Septriana SSi Apt MSI, Kepala Program Studi Sarjana Terapan Pengobatan Tradisional Fakultas Vokasi UNAIR, saat menyampaikan sambutan pembukaan acara.
Menurutnya, Maya, eksistensi pengobatan tradisional pijat perlu terlestarikan. Hal itu karena kebutuhan masyarakat akan teknik pengobatan tersebut sangat melimpah.
“Jika pun bisa dalam forum kelas internasional seperti ini mungkin kita dapat memadukan inovasi baru dalam mengembangkan dan melestarikan pengobatan tradisional massage,” tuturnya.
Pengenalan Pijat Jawa dan Bali
Dalam acara itu, hadir Myrna Adianti SSi M Kes PhD, Dosen Prodi Pengobat Tradisional sebagai narasumber dalam pengenalan teknik pijat Jawa dan Bali. Membuka sesi pemaparan materi, Myrna menjelaskan bahwa pengobatan tradisional pijat di Indonesia sangat beragam begitu pun dengan tekniknya. Mulai dari pijat untuk pengobatan, relaksasi, dan kecantikan, masing-masing memiliki karakteristik yang signifikan.
“Pengobatan tradisional pijat sendiri di Indonesia itu sudah ada sejak zaman kerajaan. Bukti sederhana yang dapat kita saksikan adalah pada relief candi Borobudur dan Prambanan,” paparnya.

Lebih lanjut, Myrna menceritakan bahwa pada saat zaman Kerajaan, semua orang menggunakan pijat sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan dasar pengobatan manusia. Di Indonesia sendiri, jelasnya, pijat menggunakan beberapa macam bahan tambahan. Beberapa di antaranya, seperti halnya minyak kelapa yang dengan campuran bunga melati, mawar dan kenanga sebagai aromaterapinya.
“Sebuah seni kuno yang melekat dalam warisan pijat ini. Pijat di Indonesia sering orang tua lakukan kepada anaknya dan nenek kepada cucunya,” imbuhnya.
Kontraindikasi Pijat
Meski menawarkan relaksasi, namun teknik pijat tidak boleh sembarangan orang lakukan. Ada beberapa kontraindikasi (situasi yang harus dihindari, red). Di antara situasi tersebut adalah kondisi diabetes hormonal. Selain itu, varises, tekanan darah tinggi, cedera tulang, osteoporosis, luka terbuka, demam, dan hamil.
“Makanya penting untuk melakukan pengkajian awal klien sebelum melakukan pijat. Jangan sampai tindakan pijat yang menimbulkan masalah yang baru,” pungkasnya.
Penulis: Rosita
Editor: Nuri Hermawan





