51动漫

51动漫 Official Website

Kepatuhan dan Konsistensi Jadi Kunci Keberhasilan Terapi Depresi

Dr apt Yulistiani, M Si, dalam pemaparannya tentang obat untuk penderita depresi (Foto: SS Youtube)

UNAIR NEWS – Pandemi yang telah membersamai masyarakat Indonesia sejak 2020 sedikit banyak berkaitan erat dengan prevalensi depresi yang tak jarang kini telah diketahui khalayak. Dr apt Yulistiani, M Si, Manajer Farmasi di Rumah Sakit 51动漫 juga mengutip data dari World Health Organization bahwa pada tahun 2030, jumlah pasien depresi diperkirakan akan menjadi kontributor utama beban penyakit di dunia.

Yulistiani lebih lanjut memperkenalkan tiga neurotransmitter yang berperan besar dalam penyakit depresi, yaitu serotonin, norepinefrin, dan dopamin. Penyebab depresi, lanjutnya, tentu saja ada kaitannya dengan ketiga neurotransmitter ini, yaitu yang pertama karena keberadaan enzim yang dapat mendegradasi ketiganya.

淪erta neurotransmitter ini tadi tidak mampu berikatan dengan reseptornya. Selain itu, meningkatnya hormon kortisol juga menjadi penyebab terjadinya depresi, terang Ketua Bidang Penelitian dan Pendidikan HISFARSI Jawa Timur itu.

Ironinya, Yulistiani mengungkap bahwa depresi juga dapat menjadi manifestasi dari penyakit kronik sehingga keberadaannya tidak dapat disepelekan. Hal ini juga didukung oleh pola penyakit depresi sendiri yang memiliki keunikan dalam terapi dan perjalanannya.

淔armasis harus mengetahui pasien depresi datang itu sedang berada di fase mana. Orang normal yang kemudian terkena depresi akan berada di titik nadir atau titik terendah. Jika diberi terapi, kondisinya akan membaik, dikatakan sembuh sementara atau 榬别尘颈蝉蝉颈辞苍. Namun, akan ada masanya ia kembali mengalami fase 榬别濒补辫蝉别 atau kambuh, ujar dosen di Fakultas Farmasi UNAIR itu.

Oleh karena itu, Yulistiani mengajak orang-orang yang bekerja di garda terdepan kesehatan untuk mengetahui dengan benar gejala depresi karena penanganannya yang tidak sebentar dan berbeda. Khususnya bagi farmasis, ia menekankan untuk mempertimbangkan secara teliti interaksi antar obat yang nantinya diberikan, indeks toksisitas obat, efek samping obat, dan edukasi tentang larangan penghentian atau penggantian obat oleh pasien secara tiba-tiba.

淥bat antidepresan ada bermacam-macam jumlah dan sifatnya sehingga harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Contohnya obat golongan SSRI yang kerjanya untuk menghambat reuptake serotonin, atau TCA dan SNRI yang dapat menghambat reuptake serotonin serta norepinefrin, jelas Yulistiani.

Hal itu ia paparkan dalam Seminar Nasional Kefarmasian 2022 yang dihelat pada Sabtu (23/10/2022). Seminar tersebut berlangsung secara daring melalui kanal Zoom Meetings dan Youtube.

Penulis: Leivina Ariani Sugiharto Putri

Editor : Nuri Hermawan

AKSES CEPAT