51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Keragaman Genetik Entamoeba spp. dan Berpotensi Zoonosis pada Babi

Foto by CNN Indonesia

Populasi ternak babi di Jawa Timur mencapai 68.400 ekor pada tahun 2021 tersebar di beberapa daerah peternakan seperti Mojokerto, Tulungagung, Malang, Lumajang, Nganjuk, Madiun (Badan Pusat Statistik, 2021). Penyebaran penyakit (amoebiasis) yang disebabkan oleh Entamoeba spp. dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain rendahnya penerapan manajemen peternakan dengan baik seperti perkandangan yang masih dibangun seadanya dengan lokasi dekat tempat tinggal, rendahnya sanitasi lingkungan disekitar kandang, rendahnya kesadaran peternak akan pencegahan penyakit pada babi khususnya yang disebabkan penyakit parasite. Sistem pemeliharaan ternak babi sebagian besar masih bersifat semi intensif, hal tersebut sangat dimungkinkan terjadi penularan amoebiasis di sekitar area peternakan babi, selain itu ditunjang dengan sanitasi yang buruk akan menunjang siklus hidup dari parasite Entamoeba spp. berkembang lebih baik. Beberapa spesies pada babi yang berpotensi zoonosis adalah E. polecki ST1, E. polecki ST3, E. histolytica dan E. coli.

Studi identifikasi Entamoeba spp. di Indonesia masih banyak dilakukan secara morfologis melalui pemeriksaan mikroskopis yang terbatas pada penentuan genus dan belum sampai pada identifikasi spesies, sedangkan identifikasi secara molekuler dengan primer spesies spesifik masih terbatas. Keadaan ini berpotensi menimbulkan kesalahan dalam diagnosa karena pengamatan secara morfologi tidak dapat membedakan spesies Entamoeba, oleh karena itu teknik molekular menjadi andalan untuk deteksi spesies. Teknik molekuler dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan teknik diagnosis yang memiliki tingkat spesifisitas dan sensitifitas yang tinggi, karena digunakan primer spesies spesifik untuk mendeteksi sampai spesies. Selain itu melalui analisis sequencing dan pohon filogenetik menunjukkan kesamaan spesies yang berpotensi zoonosis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan secara mikroskopis feses babi yang diambil dari Jawa Timur (Mojokerto, Malang dan Tulungagung) sebanyak 100 sampel menunjukkan positif 89% (89/100) ditemukan stadium cyst Entamoeba spp. Berdasar perhitungan derajad infeksi Entamoeba spp. menunjukkan rerata jumlah cyst sebesar 799.5/gram feses dengan minimal derajad infeksi 66 cyst/gram feses dan maksimal 6204 cyst/gram feses. Hasil pemeriksaan PCR dengan gel electrophoresis 1,5% dan menggunakan primer spesies spesifik menunjukkan hasil positif E. suis 85% (85/100) yang berasal dari Mojokerto 57%, Tulungagung 15%, dan Malang 13%. Selain itu terdeteksi  E. polecki general sebesar 67% (67/100), yang berasal dari Mojokerto 46%, Tulungagung 9% dan Malang 12%. Berdasarkan subtype telah terdeteksi E. polecki   ST1 sebesar 29% (19/67) yang berasal dari Mojokerto, dan berpotensi zoonosis. Hasil deteksi sampel juga menunjukkan infeksi campuran antara E. suis dan E. polecki. Selain Entamoeba spp. juga ada ko-infeksi dengan protozoa lain dan telur cacing, seperti Eimeria spp./ Cystoisospora suis (25%), Trichuris suis (21%), dan Ascaris suum 11%).

Faktor risiko yang berpotensi terhadap prevalensi Entamoeba spp. adalah  kebersihan, sosial ekonomi, paparan kotoran manusia dan hewan, serta air limbah rumah tangga. Faktor risiko lain yang berpengaruh terhadap kejadian Entamoeba spp. maupun parasit gastrointestinal lain seperti sistem pemeliharaan dengan jumlah babi dalam satu kandang menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prevalensi parasite. Keragaman genetik dari Entamoeba spp. yang berhasil ditemukan di Jawa Timur seperti E. suis, E. polecki universal, E. polecki ST1 yang kemungkinan bisa ditemukan didaerah lain, maka bisa dilakukan penelitian lebih lanjut untuk deteksi molekuler pada daerah lain di Indonesia. Hasil temuan spesies Entamoeba yang berpotensi zoonosis seperti E. polecki ST1 yang sejajar dengan E. polecki human, maka bisa dilakukan penelitian lebih lanjut kearah pengembangan kit diagnostik serologis agar bisa dilakukan diagnosis dan pencegahan amoebiasis yang lebih dini.  

Penulis: Prof. Dr. Nunuk Dyah Retno Lastuti, drh., M.S

Sekolah Pascasarjana, 51¶¯Âþ.

Fakultas Kedokteran Hewan 51¶¯Âþ.

Informasi lengkap dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

 Veterinary World, EISSN: 2231-0916

 Available at

 doi: www.doi.org/10.14202/vetworld.2023.650-656  

Chrismanto D, Lastuti NDR, Matsubayashi M, Suwanti LT, Madyawati SP, Kurniawati DA, and Beka FC (2023) A parasitological survey and the molecular detection of Entamoeba species in pigs of East Java, Indonesia, Veterinary World, 16(3): 650“656.

AKSES CEPAT