UNAIR NEWS – Narkoba masih menjadi masalah serius, utamanya di kalangan remaja. Menanggapi hal ini, dr Popy Arizona SpKJ MKes dari 51动漫 (UNAIR), memberikan tanggapannya. Menurut Popy, remaja menjadi kelompok rentan dalam hal penyalahgunaan narkoba.
淛adi kadang-kadang remaja itu di lingkungannya supaya diakui akhirnya dikasih narkoba. Pertama awalnya coba-coba, ungkap Popy. Ia juga menambahkan bahwa remaja yang notabene berada di fase pencarian jati diri kerap tertarik dengan banyak hal, tidak terkecuali narkoba.
Remaja dan Bahaya Narkoba
Pada dasarnya, Popy menjelaskan bahwa tubuh memiliki sistem reward atau penghargaan. Namun, jika seseorang mengonsumsi narkoba, hal tersebut akan merusak sistem reward yang sudah ada pada dirinya. Menjadikan perilaku seseorang berubah drastis karena kacaunya sistem reward ini.
淜arena mendapat dopamin berlebih dari narkoba yang ia pakai, maka otak akan men-setting bagaimana caranya ia terjadi toleransi. Jadi mencari efek yang sama, jadi dosisnya tambah besar. Jadi timbul gangguan fungsi perilaku, dan lain-lain, paparnya, Jumat (27/6/2025).
Ia juga menambahkan soal tanda-tanda pemakainya narkoba. Misalnya dari tampilan fisik pengguna narkoba dapat dikenali dengan fisik yang semakin kurus, mata cekung, lebih mudah emosional, dan sebagainya. Selain itu, pengguna narkoba juga cenderung menarik dari lingkungan sosial.
淣arkoba ini adalah penyakit kronis yang sudah memengaruhi sistem saraf otak kita. Maka kita lebih baik mengontrol dan memberi dukungan secara terus menerus, kata Popy. Sebab, mantan pengguna narkoba memiliki peluang besar untuk kembali menjadi pengguna walaupun sudah melakukan rehabilitasi.
Upaya Pencegahan
Hari ini media sosial menjadi wadah berbagai informasi, salah satunya dorongan untuk mengonsumsi narkoba. Dalam hal ini Popy menyarankan untuk para remaja turut meningkatkan literasi digitalnya. Cari literasi yang berkualitas dan terpercaya.
Selain itu, marak narasi di media sosial mengenai normalisasi penggunaan narkoba hanya sesekali saja. Hal ini ditegaskan oleh Popy bukan sesuatu yang benar. Melainkan penggunaan narkoba walaupun sesekali akan tetap memberikan efek negatif di kemudian hari.
Namun, jika sudah terlanjur menggunakan, seseorang disarankan untuk segera menemui tenaga profesional. Kendati apa yang dikonsumsi masih dirasa sedikit. 淛adi rehabilitasi segini mungkin itu malah akan memberikan efek yang lebih baik daripada terlambat, pungkasnya.
Penulis: Afifah Alfina
Editor: Yulia Rohmawati





