UNAIR NEWS Kewajiban menjadi sosok ibu sekaligus mahasiswa doktoral bukan hal mudah. Namun, berbeda dengan Sri Ningsih, wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 51动漫 periode September 2017 ini. Kesibukannya di beragam aktivitas tak membuat peraih IPK 3,93 ini tak membuat patah semangat.
淵ang terpenting adalah manajemen waktu karena ketika saya mulai perkuliahan program doktor anak saya masih kecil belum genap berusia satu tahun,漦ata lulusan Program Studi S-3 Ilmu Akuntansi UNAIR ini.
Berbagai tantangan ia hadapi selama perkuliahan dan pengerjaan disertasi, mulai keterbatasan waktu hingga menyita jam tidur. Hal itu lantaran ia baru bisa mengerjakan tugas perkuliahan setelah kedua anaknya tidur. Bahkan seringkali dini hari masih disibukkan dengan persiapan materi presentasi.
淒alam mengatasi kesibukan, saya selalu membuat skala prioritas dari sekian banyak kegiatan. Memilah kegiatan mana yang harus saya selesaikan terlebih dahulu, tuturnya.
Dalam mengerjakan disertasinya terkait “Decoupling Implementasi Akuntansi Akrual pada Pemerintah Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Timur”, ia juga menemui kendala dalam diskusi dan wawancara dengan anggota DPRD terkait. Ketika sudah membuat janji, tiba-tiba nara sumber harus rapat secara mendadak.
淪aya memilih topik ini karena tahun 2015 merupakan tahun pertama pemerintah Daerah diwajibkan menerapkan SAP berbasis akrual dalam menyusun laporan keuangan. Saya ingin menggali bagaimana implementasinya di lapangan, permasalahan yang muncul, dan alternatif solusi untuk mengatasinya, serta manfaat informasi akuntansi berbasis akrual untuk pengambilan keputusan, jelasnya.
Kepada mahasiswa dan juniornya, Ningsih berpesan agar sivitas akademika tidak mudah menyerah. Meskipun tahapan perkuliahan yang harus dilalui terasa sulit, mahasiswa serta dosen harus memegang komitmen tinggi untuk segera menyelesaikan kewajiban akademis. (*)
Penulis: Siti Nur Umami
Editor: Defrina Sukma S, Bes





