51动漫

51动漫 Official Website

Kesalahan Pengobatan di Unit Pediatrik: Mengurai Faktor dan Solusinya

Sumber: Halodoc
Sumber: Halodoc

Kesalahan pengobatan (Medication Error/ME) merupakan salah satu tantangan besar dalam dunia medis yang dapat berdampak serius pada keselamatan pasien, terutama pada anak-anak. Kesalahan ini dapat terjadi di berbagai tahap, mulai dari penulisan resep oleh dokter hingga pemberian obat oleh perawat atau orang tua. Dalam unit pediatrik, risiko ME semakin tinggi karena anak-anak lebih rentan terhadap dampak negatif obat akibat sistem metabolisme dan tubuh mereka yang belum matang. Memahami faktor-faktor penyebab ME sangat penting untuk mencegah kejadian ini dan meningkatkan keselamatan pasien anak. 

ME adalah penyebab utama insiden keselamatan pasien di rumah sakit, terjadi pada sekitar 3-7% pasien yang dirawat. Di Amerika Serikat, ME berkontribusi pada 7.000 kematian setiap tahun. Di Rumah Sakit Universitas Bern, Swiss, ditemukan 288 kejadian ME dari 24.617 perawatan. Di Indonesia, data ME belum tercatat secara sistematis, tetapi laporan insiden serupa kerap ditemukan di fasilitas layanan kesehatan. Pada pasien pediatrik, dampaknya lebih serius karena kesalahan kecil dapat memengaruhi perkembangan tubuh dan memperparah kondisi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk menggali lebih dalam faktor-faktor penyebab ME di unit pediatrik rumah sakit untuk merancang langkah-langkah pencegahan yang efektif.

Berdasarkan tinjauan literatur yang dilakukan mencakup 14 artikel dari 24 rumah sakit di 13 negara, termasuk AS, Spanyol, Thailand, dan Malaysia. Penelitian ini menunjukkan tiga kelompok utama penyebab ME, yaitu sumber daya manusia kesehatan (SDMK), keluarga pasien, dan lingkungan kerja.

Pada faktor sumber daya manusia kesehatan beberapa isu yang menjadi perhatian adalah kurangnya pemahaman petugas kesehatan tentang dosis obat pediatrik menjadi penyebab umum. Selain itu, kepatuhan tidak mengikuti prosedur standar operasional (SOP) juga memperbesar risiko. Selain itu, ME sering terjadi akibat miskomunikasi antara dokter, perawat, dan apoteker, serta kurangnya keterlibatan keluarga dalam pengambilan keputusan pengobatan.

Selain itu, orang tua sering tidak memahami instruksi pemberian obat, baik karena kurangnya edukasi dari petugas kesehatan maupun bahasa komunikasi yang tidak sederhana. Akibatnya, obat bisa diberikan dengan dosis atau waktu yang salah. Faktor lingkungan kerja, seperti beban kerja tinggi yang menyebabkan kelelahan, juga dapat mengurangi konsentrasi petugas kesehatan dan meningkatkan risiko kesalahan. Selain itu, kurangnya fasilitas yang memadai untuk persiapan obat juga berkontribusi pada terjadinya kesalahan pengobatan. Infrastruktur rumah sakit yang memadai sangat diperlukan untuk menjamin keselamatan dalam pemberian obat.

Strategi pencegahan kesalahan pengobatan diantaranya melatih dokter, perawat, dan apoteker dalam penanganan khusus pasien pediatrik, termasuk dosis dan pemberian obat; mengadopsi sistem komunikasi efektif antarprofesi kesehatan dan melibatkan keluarga pasien dalam pengambilan keputusan; memberikan penjelasan sederhana dan visual terkait obat yang harus diberikan, termasuk dosis, frekuensi, dan waktu. Upaya mengurangi beban kerja berlebih dengan penjadwalan yang baik dan memastikan fasilitas medis memadai untuk menunjang proses pemberian obat yang aman.

Kesalahan pengobatan pada unit pediatrik rumah sakit dipengaruhi oleh tiga faktor utama: sumber daya manusia kesehatan, keluarga pasien, dan lingkungan kerja. Untuk mencegahnya, diperlukan intervensi yang melibatkan pelatihan tenaga medis, edukasi keluarga, peningkatan komunikasi, dan penyediaan fasilitas yang memadai. Dengan pendekatan komprehensif ini, keselamatan pasien anak dapat ditingkatkan, menjadikan layanan kesehatan lebih andal dan terpercaya.

Penulis: Inge Dhamanti
Artikel selengkapnya dapat dibaca di

Baca juga: ISBAR: Rahasia di Balik Komunikasi Efektif untuk Keselamatan Pasien

AKSES CEPAT