Saat masa pandemi Covid-19, program vaksinasi cukup dianggap sebagai solusi efektif dalam menangani pandemi. Berbagai isu yang berkembang terkait keraguan terhadap vaksin dapat terbentuk dari berbagai hal, seperti lingkungan sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor yang mempengaruhi kesediaan menerima vaksin COVID-19 di empat wilayah budaya dominan di Jawa Timur yaitu Arek, Madura, Mataraman dan Pandalungan serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan vaksinasi tersebut.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menganalisis 825 partisipan (40% pria dan 60% wanita) di empat wilayah tersebut. Sementara itu datanya adalah data primer, yang diolah dan dikembangkan lebih lanjut metode regresi probit. Tim peneliti menggunakan variable dummy kesediaan menerima dan tingkat kepuasan sebagai variabel dependen. Sedangkan variabel independen meliputi faktor ekonomi, kesehatan, sosial-demografis dan internal-eksternal dari program vaksin.
Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang berbeda di setiap wilayah kebudayaan, kesediaan individu untuk menerima vaksin dipengaruhi oleh pendapatan, aset, pekerjaan, kesehatan, pendidikan, jenis kelamin, usia, dan tempat wilayah Arek, Madura, Pandalungan, dan Mataram. Sedangkan kepuasan terhadap vaksin berhubungan dengan efek samping, jenis vaksin, dan waktu pelayanan (AOR: 0.31 to 0.56, 伪濒辫丑补: 1%-10%). Jika disimpulkan maka studi ini menemukan bahwa masyarakat di wilayah budaya Arek dan Mataraman cenderung bersedia mengikuti program vaksisnai dan merasa puas. Sedangkan Madura dan Pandalungan menunjukkan hasil sebaliknya karena aksesibilitas, kesejahteraan, dan pola budayanya.
Meskipun saat ini Presiden RI Ir. Joko Widodo telah mengemumkan pandemi telah selesai, namun demikian hasil penelitian ini dapat berimplikasi pada pertimbangan pendekatan program-program kesehatan di masa depan dengan mempertimbangkan karakteristik kebudayaannya. Artinya, pendekatan yang dilakukan harus lebih taktis dan melihat bagaiman pola masyarakat yang menjunjung nilai-nilai kebudayaan secara khusus dan berbeda antar budaya.
Penulis: Angga Erlando, S.E., M.Ec.Dev.
Jurnal:





