51

51 Official Website

Kesetaraan Gender: Inspirasi, Ketangguhan, Kesadaran

UNAIR NEWS – Peran wanita, seringkali dianggap sebagai pendamping dari laki-laki. Seperti yang kita ketahui bersama, seringkali wanita tidak memiliki kesempatan yang sama laki laki dalam berbagai aspek, baik karir, pendidikan dan keluarga. Perlakuan yang didapatkan oleh wanita seringkali berujung kepada diskriminasi dikarenakan pola pikir yang menyatakan bahwa wanita hanya sebagai pendamping laki laki sudah tertanam lama sejak dulu. Hal ini, justru bertentangan dengan kodrat sebagai manusia, disamping gendernya, yang punya hak untuk memilih.

Pada Selasa tanggal 13 Januari tahun 2026, kelompok Mahasiswa BBK 7 Gapurosukolilo 51 melaksanakan kegiatan seminar/penyuluhan mengenai kesetaraan gender yang ditujukan kepada Ibu-Ibu PKK Gapurosukolilo.. Penyuluhan ini dilatar belakangi dengan data yang dipaparkan oleh Indonesian Gender Empowerment Index (Indeks Pemberdayaan Gender) yang terus meningkat dari angka 68,15 (tahun 2010) hingga mencapai 72,1 pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan peran serta perempuan dan laki laki dalam hak kesempatan, pendidikan hingga pengambilan keputusan tanpa dibatasi jenis kelamin.

Kegiatan penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran para ibu sebagai seorang istri mengenai pentingnya peran dan tanggung jawab yang setara antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan keluarga, guna mewujudkan lingkungan rumah tangga yang adil, harmonis, dan saling menghargai. Tujuan tersebut selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 5 tentang Kesetaraan Gender.

Materi penyuluhan disampaikan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya 51 yang menekankan bahwa perempuan memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dalam rumah tangga dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan keluarga. Disampaikan pula bahwa keberanian perempuan dalam menyuarakan pendapat tidak dimaknai sebagai bentuk pembangkangan terhadap suami, melainkan sebagai wujud komunikasi yang sehat dan setara dalam rumah tangga.

Selama kegiatan berlangsung, Ibu PKK Gapurosukolilo menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, juga dilengkapi dengan pendekatan emosional melalui sesi berbagi pengalaman. Peserta menyampaikan cerita kehidupan rumah tangga yang mereka alami, kemudian mendapatkan dukungan positif baik dari sesama peserta maupun mahasiswa. Melalui kegiatan ini, para Ibu PKK menjadi berani menyuarakan haknya secara bijak, memahami makna kesetaraan gender secara lebih luas, mampu menempatkan hak dan kewajiban secara seimbang dalam rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkeadilan.

Penulis: Eva Seftiya

AKSES CEPAT