Laporan review ini menjelaskan tentang perkembangan terbaru yang terjadi pada sistem microgrid terutama pada kestabilan sinyal kecil dan resonansi. Sistem microgrid (MG) adalah sistem tenaga yang dikontrol dan diawasi yang terdiri dari unit pembangkit terdistribusi (DG) berbasis energi terbarukan (RE), beban, dan penyimpanan energi. MG dapat dioperasikan secara mandiri atau saat terhubung ke jaringan. Intermittensi dan ketidakpastian yang lebih tinggi dapat diamati pada MG dibandingkan dengan sistem tenaga konvensional, yang merupakan sumber stabilitas sinyal kecil yang mungkin pada sistem MG. Ini dapat dilihat sebagai gangguan di sekitar titik operasi yang stabil, yang berpotensi menyebabkan masalah ketidakstabilan sinyal kecil di dalam MG.
Masalah ketidakstabilan sinyal kecil juga muncul karena kurangnya torsi redaman di MG. Integrasi perangkat elektronik daya dan algoritme kontrol kompleks dalam MG memperkenalkan tantangan baru dalam hal stabilitas sinyal kecil dan kemungkinan resonansi. Terjadinya interaksi dalam sistem inersia rendah atau tanpa inersia dapat memperburuk margin stabilitas, menyebabkan ketidakstabilan osilasi yang tidak teredam. Interaksi dalam MG dicirikan oleh berbagai rentang frekuensi, dari osilasi subsinkron frekuensi rendah hingga rentang frekuensi tinggi di sekitar frekuensi harmonik. Studi ini menyajikan ikhtisar model dinamis, kemungkinan sumber masalah ketidakstabilan sinyal kecil, dan fenomena resonansi pada MG. Model MG yang dikembangkan, termasuk struktur, pembangkit listrik berbasis konverter, dan algoritma beban dan kontrol, dirangkum secara singkat untuk memberikan konteks dinamika sistem MG. Tinjauan kritis komprehensif dari penelitian sebelumnya, termasuk stabilitas sinyal kecil dan fenomena resonansi untuk MG, juga disediakan. Akhirnya, area penelitian kunci masa depan direkomendasikan.
Sistem microgrid (MG) berbasis energi terbarukan menjadi sangat populer dalam menyediakan tenaga listrik untuk pelanggan terpencil dan regional dengan keandalan pasokan yang buruk. Di sisi lain, MG harus mampu menangani intermittency dan ketidakpastian terkait dengan sumber terbarukan dan beban baru yang muncul. Selain itu, karakteristik unit DG berbasis RE yang kurang inersia dan algoritme kontrol elektronik daya yang canggih di dalam MG berpotensi menimbulkan masalah osilasi saat MG mengalami gangguan kecil. Selain itu, interaksi atau resonansi antara unit DG, perangkat kompensator, impedansi saluran, dan beban dapat menimbulkan masalah ketidakstabilan yang serius pada MG. Oleh karena itu, model MG generik yang menggabungkan karakteristik dinamis terperinci dari unit DG berbasis RE dan sistem beban dan kontrol diperlukan untuk menilai gambaran lengkap dinamika MG. Tinjauan tersebut juga menemukan bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menyelidiki fenomena interaksi dalam MG, termasuk indeks komprehensif yang dapat mengukur resonansi dalam sistem MG berbasis elektronik daya.
Penulis: Herlambang Setiadi, Ph.D
Link Jurnal: https://www.mdpi.com/1996-1073/16/3/1017





