51动漫

51动漫 Official Website

Keterkaitan Kinerja Perawat, Asuhan Keperawatan Berbasis Syariah, dan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Berbasis Islam

perawat
Ilustrasi Perawat (sumber: Halodoc)

Pelayanan kesehatan di rumah sakit Islam menjadi semakin penting karena pertumbuhan populasi muslim global dan permintaan akan hal-hal yang sensitif secara spiritual kesehatan. Memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepuasan pasien salah satu yang menjadi elemen penting adalah pelayanan spiritual bagi pasien. Pelayanan spiritual pada dasarnya selaras dengan pelayanan keperawatan karena kesejahteraan pasien mencakup lebih dari sekedar kesehatan aspek keperawatan.

Perawat mendapat kepercayaab untuk menangani bukan hanya kebutuhan medis pasien tetapi juga semua aspek yang terkait dengannya kesejahteraan mereka. Esensi dari asuhan keperawatan berbasis syariah terletak pada penggabungan proses keperawatan fundamental. Secara unik menyandarkan prinsip-prinsipnya pada intelektual, fisik, etika, nilai moral, dan spiritual. Namun, sampai saat ini masih belum ada model asuhan keperawatan berbasis syariah yang spesifik bagi perawat.

Penelitian oleh Iwan Ardian, Nursalam dkk pada 260 responden di RS Islam yang ada di Indonesia yang terdiri dari 130 pasien dan 130 perawat. Proses pengumpulan data berjalan dengan menyebarkan kuosioner kepada rsponden penelitian. Pasien harus mengisi kuesioner kepuasan pasien sedangkan untuk perawat harus mengisi kuesioner faktor pekerjaan dan asuhan keperawatan berbasis syariah. SmartPLS 3.2.8 berguna untuk menghasilkan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menilai dan menganalisis hubungan antar variabel penelitian.

Faktor kerja perawat, integrasi prinsip-prinsip berbasis syariah dalam asuhan keperawatan, dan pengaruh gabungannya berpengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan pasien di rumah sakit Islam. Model yang diperkenalkan dalam penelitian ini menyoroti potensi peningkatan kepuasan pasien melalui penerapan asuhan keperawatan berbasis Syariah, yang sangat penting dalam melayani warna muslim di Indonesia, populasi muslim terbesar di dunia, dan meningkatnya permintaan akan layanan kesehatan yang sensitif secara spiritual.

Temuan penelitian ini menjelaskan faktor-faktor pekerjaan spesifik yang berkontribusi terhadap hubungan ini, seperti kinerja, umpan balik, koreksi, dan desain pekerjaan. Administrator keperawatan, pengambil kebijakan layanan kesehatan, dan institusi akademis perlu fokus dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan praktik perawatan yang sensitif secara budaya bagi perawat.

Penulis: Prof Dr Nursalam, MNurs (Hons)

Link jurnal:

AKSES CEPAT