Indonesia adalah negara dengan pengaruh militer yang kuat. Sejak proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, selama 42 tahun orang berlatar belakang militer telah memimpin Indonesia (Harymawan, 2018). Presiden Soeharto, mantan jenderal militer, adalah presiden pertama yang berlatar belakang militer dan menjabat sebagai presiden dari 1967 hingga 1998. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah mantan jenderal yang juga menjabat presiden dari 2004 hingga 2014. Presiden Soeharto melakukan kontrol yang lebih ketat atas ABRI dengan mengurangi otonomi Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Polisi (Crouch, 2007). Dwifungsi ABRI di era Soeharto menyebabkan militer terlibat dalam politik dan posisi strategis masyarakat sipil. TNI aktif dan purnawirawan tidak hanya menduduki jabatan politik di DPR/MPR, atau sebagai gubernur atau bupati, tetapi telah banyak menduduki jabatan strategis di BUMN sejak era Soeharto (Habib et al., 2017).
Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap kecurangan laporan keuangan. Berdasarkan data Association Certified Fraud of Examiner, kecurangan laporan keuangan yang terjadi di Indonesia pada tahun 2016 merupakan yang tertinggi kedua di kawasan Asia-Pasifik. Kecurangan laporan keuangan dapat disebabkan oleh kurangnya kualitas audit. Hasil survei dari IFIAR (International Forum of Independent Auditors) menemukan bahwa Indonesia memiliki kualitas audit yang rendah. Kualitas laporan keuangan dapat dipengaruhi oleh pemilihan auditor. Perusahaan yang memilih auditor spesialis industri bertujuan untuk meningkatkan kualitas audit, memberikan nilai tambah dalam pengungkapan laporan perusahaan, dan memberikan sinyal kepada investor dan kreditur (Dunn & Mayhew, 2004). Auditor spesialis industri memiliki kompetensi dan kemampuan yang memadai dalam mengaudit suatu jenis industri (Neal & Riley, 2004). Keterlibatan purnawirawan sebagai komisaris yang memiliki nilai-nilai kejujuran, kepemimpinan, integritas, transparansi, dan loyalitas, dapat membantu keputusan memilih auditor spesialis industri sebagai upaya meminimalkan konflik keagenan, meningkatkan transparansi laporan keuangan, mencegah kecurangan pernyataan, atau tidak memilih auditor spesialis industri sebagai upaya untuk menutupi kecurangan laporan keuangan. Penulis tertarik untuk meneliti pengaruh keterlibatan pensiunan perwira militer sebagai komisaris perusahaan terhadap pemilihan auditor spesialisasi industri.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan koneksi militer berupa komisaris perusahaan berlatar belakang pensiunan militer terhadap pemilihan auditor spesialis industri. Penelitian sebelumnya (Harymawan, 2018) berfokus pada pengaruh koneksi militer terhadap suku bunga pinjaman bank dan pengaruh auditor spesialis industri terhadap suku bunga pinjaman bank (Zhang et al., 2017). Penelitian ini merupakan kombinasi dari penelitian sebelumnya terkait koneksi militer dan pemilihan auditor spesialis industri. Penelitian sebelumnya membahas pemilihan auditor mayoritas menggunakan proxy KAP yang berkualitas atau kurang berkualitas (Cheng et al., 2015; Guedhami et al., 2014; Habib et al., 2017; Ho & Kang, 2013). Penelitian ini penting dilakukan di Indonesia karena tidak dapat dipungkiri bahwa militer memiliki pengaruh besar terhadap bisnis di negara ini. Hubungan antara koneksi militer dan kegiatan bisnis di Indonesia saling menguntungkan dan memberikan latar kelembagaan yang unik untuk mengkaji hubungan tersebut (Nasih et al., 2019).
Ilhamda Azis, Iman Harymawan, dan Mohammad Nasih melalui penelitiannya ingin mengumpulkan bukti tentang bagaimana komisaris penisunan militer dengan pemilihan auditor eksternal spesialis. Sampel penelititian yang digunakan adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk tahun 2016“2018. Penelitian ini menerapkan kriteria pemilihan sampel untuk mencapai sampel akhir yang mencakup 618 observasi tahun perusahaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan dewan komisaris berlatar belakang pensiunan militer berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan penunjukan auditor spesialis industri. Hal ini dapat terjadi karena karakter pensiunan perwira TNI yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran, disiplin, integritas, transparansi, dan pengambilan keputusan yang tepat, mengangkat auditor spesialis industri sehingga laporan keuangan dapat memberikan informasi yang lebih berkualitas, meningkatkan kualitas audit, dan memberikan nilai tambah dalam pengungkapan laporan perusahaan dan sinyal kepada investor dan kreditur. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perusahaan dengan latar belakang militer memiliki pengendalian keuangan yang baik dengan menunjuk auditor spesialis industri sehingga dapat mendukung komitmen perusahaan untuk menerapkan Good Corporate Governance.
Penulis: Iman Harymawan, S.E., MBA., Ph.D
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://
Azis, I., Harymawan, I., & Nasih, M. (2022). The involvement of Ex-Military commissioners and the selection of industry specialist auditors. Cogent Business & Management, 9(1), 2098639.





