UNAIR NEWS Ketua MUI Jawa Timur Ainul Yaqin hadir dalam gelaran Kantin Nalar X InPAS (Institut Pemikiran dan Peradaban Islam). Acara yang masuk dalam Islamic Strategic Camp (ISC) itu berlangsung pada Sabtu (4/11/2023).
Dalam kesempatan itu, Ainul memberikan materi yang berjudul “Dakwah Strategis: Peran generasi muslim dalam menjaga nilai dan prinsip Islam. Sesi tersebut berlangsung di Aula Moh. Hatta Lantai 3 Gedung GKB Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.听
Pertama-tama, Ainul menjelaskan terkait peluang kekuatan atau potensi umat Islam di Indonesia. Tidak hanya itu, potensi ekonomi di Indonesia juga sangat besar. Menurut Ainul, dari segi maritim juga, perairan Indonesia sangat luas hingga masyarakat luar negeri pun turut mengambil ikan di perairan Indonesia.
Ainul juga menegaskan bahwa Islam telah lama mewarnai tradisi yang berkembang di masyarakat Indonesia. 淪eperti peringatan hari besar Islam, tradisi perkumpulan jamaah, yasinan, diba’an, sema’an al Quran, sampai halal-bihalal, ujarnya.
Kendati demikian, Ainul juga bertutur bahwa ada tantangan umat yang kompleks saat ini, contohnya masalah ukhuwah Islamiyah. 淢asih berhenti di slogan, belum menjadi wujud yang nyata yang mempunyai daya guna melahirkan kekuatan umat, ujarnya.

Selain itu, jelasnya, ada juga tantangan berupa fanatisme golongan (ashabiyah hizbiyyah), egoisme kelompok (ananiyah hizbiyyah), egoisme individu (ananiyah syakhshiyah) dan pragmatisme politik umat Islam. Tidak ketinggalan, masalah dekadensi moral juga menjadi momok bagi umat.
淧ergaulan bebas, narkoba, miras, judi, kasus pembunuhan, dan korupsi, terangnya.
Peran Dakwah Kampus
Pada ujungnya, Ainul juga menegaskan kembali kepada audiens akan urgensi dakwah kampus. Menurutnya, kampus merupakan tempat mencetak intelektual yang ke depan akan menjadi para pemegang otoritas di berbagai bidang.
淎gar para pemegang otoritas dapat menjalankan peranannya sejalan dengan nilai Islam, menjadi penting untuk memberikan pencerahan dan membuka jalan bagi para intelektual, terangnya.
Sebagai contoh nyata, Ainul membeberkan perjalanan dakwah kampus yang telah berjalan lama dan berkontribusi besar di tempatnya. 淎da jamaah al-ghifari, salman ITB, Lembaga Pengkajian Islam Sivitas Akademika Trisakti (LPISAT), UKKI UNAIR, UAKI Brawijaya, dan lain sebagainya, papar Ustadz Yaqin.
Pada akhir sesi, Ainul menekankan kepada audiens untuk memanfaatkan kesempatan muda secara maksimal, dan menyadari peran pentingnya sebagai calon pemimpin. 淜esempatan muda adalah kesempatan diri untuk menajamkan diri bagaimana kita akan berkiprah. Semua disini adalah calon pemimpin, pungkasnya.
Penulis: Danar Trivasya Fikri
Editor: Nuri Hermawan





