51动漫

51动漫 Official Website

Keynote Address AUN ED-YSC, Bahas Emancipatory Education

Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S Hidayat (foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) sedang menjadi tuan rumah ajang bergengsi . Forum ini mengundang mahasiswa, akademisi, dan profesional muda negara-negara ASEAN serta tiga mitra dari negara Jepang, Korea Selatan, dan China. Semua partisipan hadir untuk berdiskusi, berbagi ide, dan memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan guna menghadapi tantangan global dan isu-isu kontemporer.

Dalam pemaparannya, Bambang menekankan bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam membebaskan individu dari berbagai bentuk keterbatasan sosial, ekonomi, dan budaya. 淧endidikan yang memerdekakan bukan hanya sekedar mengajarkan keterampilan, tetapi membangun karakter, pemikiran kritis, dan inovasi, ujarnya.

Pendidikan emansipatoris tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga sebagai alat untuk membekali individu dengan berbagai keahlian. Hal ini penting untuk menghadapi perkembangan dunia yang kian pesat karena pengaruh teknologi dan otomatisasi. Pendidikan emansipatoris juga mengedepankan keterampilan kritis, analitis, dan teknologi yang menjadi modal penting bagi sumber daya manusia unggul agar tetap relevan dan kompetitif. 

Selain itu, pendidikan yang memerdekakan memungkinkan individu untuk bisa mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan mengambil tindakan yang tepat. “Hal tersebut penting guna mengembangkan sumber daya manusia unggul yang siap memimpin perubahan dan agen inovasi di komunitas mereka, tuturnya.

Bambang menjelaskan bahwa penting untuk memberikan kesempatan yang sama kepada siswa dalam membangun karir.  Ia percaya bahwa pendidikan yang memerdekakan akan membangun masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. 淧endidikan harus bisa membekali individu dengan kebebasan berpikir dan bertindak, bukan hanya sekadar lulus dengan gelar, tegasnya.

Sebagai penutup, Bambang juga mendorong antar negara dalam mengembangkan pendidikan yang dapat menjawab tantangan masa depan. 淜olaborasi dan inovasi adalah kunci untuk menciptakan pendidikan yang memerdekakan, sebuah pendidikan yang membebaskan kita dari belenggu ketidakadilan dan ketidaktahuan, pungkasnya. 

Penulis: Sintya Alfafa

Editor: Edwin Fatahuddin 

AKSES CEPAT