Hipertensi paru merupakan peningkatan tekanan rata-rata pembuluh darah arteri paru >25 mmHg dengan adanya distribusi aliran darah yang merata di kedua sisi paru. Kondisi ini menyebabkan terjadinya kegagalan pertukaran oksigen dengan karbondioksida akibat proses pembengkakan paru dan menyebabkan suplai oksigen ke seluruh tubuh berkurang sehingga rentan menyebabkan kematian. Penyebab tersering hipertensi paru adalah komplikasi dari penyakit jantung bawaan pada anak. Saat ini pengobatan dari hipertensi pulmonal dengan menggunakan sildenafil untuk mengurangi tekanan pada pembuluh darah arteri paru. Namun adanya keterbatasan penggunaan slidenafil berupa efek samping dan ketersediaan obat menyebabkan perlunya pengembangan terapi lain. Buah delima dalam beberapa penelitian menunjukkan sifat anti peradangan dan anti kanker, oleh karena itu seberapa berkhasiatkan pemberian buah delima terhadap gambaran klinis anak dengan hipertensi paru dan PJB?
Saat ini data persebaran anak dengan penyakit jantung di Indonesia pada rentang waktu antara tahun 2000-2019 sebesar 622 dengan 537 anak menderita penyakit jantung bawaan dari total keseluruhan penyakit jantung pada anak. Penyebab kematian akibat komplikasi dari PJB yakni hipertensi paru. Menurut data nasional di Inggris menunjukkan 4-15% dari PJB akan menjadi hipertensi paru dengan angka kejadian pada hipertensi paru sebesar 48% per 1 juta anak setiap tahun. Penyebab terjadinya hipertensi paru adalah adanya peningkatan faktor-faktor vasokonstriksi (proses penyempitan pembuluh darah yang semakin meregang) dan remodeling (pembentukan jaringan parut). Pengobatan pada hipertensi paru terutama pada negara-negara berkembang seperti Indonesia saat ini masih menggunakan slidenafil untuk melebarkan pembuluh darah arteri pada paru sehingga tekanan berkurang. Namun kekurangan dari obat ini adalah tidak adanya efek anti-remodeling atau penghambat jaringan parut pada pembuluh darah arteri sehingga kurang efektif dalam menurunkan tekanan darah paru.
Penelitian kami sebelumnya pada penggunaan hewan coba tikus dengan pemberian ekstrak buah delima menunjukkan penurunan pada proses penurunan pembentukan jaringan parut pada lapisan dalam pembuluh darah arteri paru (tunika adventitia) melalui efek anti peradangan dan anti pembelahan sel. Hasil dilakukan dengan melihat pada jaringan pembuluh darah paru pada tikus dengan menggunakan mikroskop. Kami memiliki hipotesis bahwa pemberian ekstrak buah delima dan sildenafil memberikan hasil akhir pada gambaran klinis yang lebih baik pada pasien hipertensi paru dengan PJB.
Metode dan Hasil
Penelitian kami menggunakan metode uji kontrol terandomisasi secara uji pre dan post pada kelompok kontrol dan perlakuan, kemudian dilakukan perbandingan gambaran klinis pada kelompok anak usia 1 bulan-10 tahun dengan hipertensi paru dan PJB yang diberikan pengobatan sildenafil dan suplemen ekstrak buah delima. Penelitian melibatkan 40 anak dengan rincian 20 anak pada kelompok kontrol (sildenafil + placebo) dan 20 anak pada kelompok sildenafil + ekstrak buah delima dan bertempat di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Kriteria anak yang diambil sebagai sampel adalah usia 1 bulan-10 tahun dengan kelainan penyakit jantung bawaan adanya laju aliran dari katup jantung kiri ke kanan dan tidak menjalani operasi atau kateterisasi jantung. Dosis ekstrak buah delima yang diberikan adalah sebesar 120 mg/kgBB/hari dan dosis sildenafil 0.5-2 mg/kgBB/hari selama 3-4 kali sehari. Kriteria klinis pasien yang dinilai meliputi: tinggi badan, berat badan, tekanan darah sistolik, laju nadi, laju nafas, saturasi oksigen perifer, dan ekokardiogram untuk mengukur tekanan pembuluh darah arteri paru.
Hasil penelitian kami menunjukkan pada parameter klinis di dapatkan hasil yang sama antara kelompok kontrol (sildenafil + placebo) dan perlakuan (sildenafil + ekstrak buah delima) pada berat badan, tekanan darah sistolik, laju nadi, saturasi oksigen, dan tekanan pembuluh darah arteri paru dan efek samping. Sedangkan pada parameter klinis laju nafas di dapatkan adanya perbedaan hasil dimana pemberian ekstrak buah delima + sildenafil semakin menurunkan laju nafas. Kesimpulan pada penelitian kami pemberian ekstrak buah delima + sildenafil menurunkan laju nafas pada pasien anak dengan hipertensi paru dan penyakit jantung bawaan.
Penulis : Dr. dr. Mahrus A. Rahman, Sp.A (K)
Informasi detail dari riset kami dapat dilihat pada tulisan kami di:
Hartono A, Rahman MA, Utomo B. Effects of Pomegranate Extract Supplementation (Punica granatum L.) on Clinical Manifestations of Pulmonary Arterial Hypertension in Children with Acyanotic Congenital Heart Disease. Pharmacognosy Journal. 2022;14(6s):1061-1066.





