n

51动漫

51动漫 Official Website

Khataman di UNAIR Diakhiri Dzikir Bersama dan Tausiyah Agama

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haromain, Pujon, Malang, KH. Ihya Ulumiddin, saat memberikan tausiyah di Masjid Ulul 楢zmi, Kampus C UNAIR Jl. Mulyorejo Surabaya. (Foto: Nuri Hernawan)

UNAIR NEWS Kegiatan Khataman Alquran dalam rangka perayaan Dies Natalis 51动漫 ke-62 ditutup dengan beragam kegiatan yang juga bernuansakan religi. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Ulul 橝zmi, Kampus C UNAIR, Jumat (4/11) ini dibuka dengan tampilan seni banjari dari Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Religi (UKMSR).

Setelah penampilan seni banjari UKMSR, acara dilanjutkan dengan dzikir bersama, kemudian diisi tausiyah agama oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haromain Malang, KH. Ihya Ulumiddin. Dalam ceramahnya, KH. Ihya menyampaikan pentingnya dzikir. Sebelum itu, peran anggota tubuh mulai mata, tangan, kaki, hingga hati juga dijelaskan untuk memperjelas bahwa semuanya sudah menjadi ketentuan Allah SWT.

淜ita punya hati ini gunanya untuk dzikir. Kalau hati selalu digunakan untuk ingat Allah, satu jaminannya adalah hatinya akan tenteram, jelasnya.

Perihal hati, Ustadz Ihya mencontohkan bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang hatinya senantiasa tenteram kecuali para Nabi. Bahkan meski tidur, hati Nabi tetap ingat Allah. Dengan mengisahkan para nabi bersama ujian-ujian yang dialami selama hidup dalam dakwah, dikatakan semakin mempertegas pentingnya dzikir sebagai cara untuk membuat hidup penuh ketenteraman.

淛ika ada apa-apa mbok ya niru Nabi, tegas KH. Ihya Ulumiddin.

Di penghujung ceramahnya, ia juga menjelaskan persolan dzikir jangan dianggap remeh, meskipun masih sebatas diucapkan dalam lisan. Pentingnya untuk terus mengulang-ulang dzikir, dengan itulah nanti akan terwujud sebuah kebiasaan yang bisa menyambungkan hati Allah.

淜alau sudah sambung dengan Allah maka akan terwujudlah pencerahan dari Allah, imbuhnya. 淎mal yang langgeng dilakukan untuk Allah, meski sedikit, itu baik. Kerjakan semampunya untuk senantiasa mengingat Allah, pungkas KH. Ihya Ulumiddin. (*)

Penulis: Nuri Hermawan
Editor: BE Santosa

AKSES CEPAT