Karyawan dapat membuat senuah organisasi lebih maju, maupun sebaliknya dapat membuat perusahaan tidak dapat berkembang. Mengorganisir karyawan agar dapat bekerja dan menunjukkan kinerja terbaiknya merupakan pekerjaan yang membutuhkan manajemen sumber daya manusia, yang dapat memberikan pelayanan yang memuaskan kepada karyawan dan membuat mereka merasa nyaman dalam bekerja. Pandemi COVID-19 juga memberi seluruh organisasi tantangan dan hambatan yang lebih besar dalam melakukan pekerjaan dan mencapai tujuan organisasi. Hal itu dikarenakan banyaknya perubahan kebijakan dalam organisasi yang berlaku ketika adanya pandemi ini.
Permasalahan di suatu lapas adalah bahwa populasi telah meningkat. Sejak awal 1900-an, yaitu lebih dari 9 juta orang telah dipenjara di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, menurut data April 2013, jumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) mencapai 157.684, yang sebenarnya melebihi kapasitas ideal 104.864. Lapas akan memiliki banyak penghuni, sehingga perlu banyak petugas yang bekerja. Hampir semua Lapas di Indonesia pernah mengalami over kapasitas narapidana. Situasi lain termasuk perkelahian antar narapidana, perusakan fasilitas umum, dan masalah internal penghuni penjara. Penugasan kerja berdasarkan shift berada di luar bagian pekerjaan yang ideal.Dibandingkan dengan pekerjaan lain, pekerjaan berisiko tinggi sering menyebabkan tekanan kerja.
Performance petugas lapas yang terbaik sangat diperlukan. Performance terbaik dapat dicapai jika pemimpin perusahaan dapat menangani sumber daya yang harus mereka andalkan karena performance karyawan juga dipengaruhi oleh peran dan perilaku manajer itu sendiri. Mengingat pesatnya perkembangan organisasi saat ini terutama pada pandemi COVID-19, maka akan mempengaruhi meningkatnya kompleksitas lingkungan bisnis dalam segala aspek serta kebutuhan akan perubahan di semua tingkat pekerjaan, dan peningkatan efektivitas hubungan antara pemimpin dan bawahan.
Penelitian ini akan meneliti pengaruh transformational leadership yang dimediasi leader member exchange dalam pengaruh terhadap job satisfaction dan job performance di seluruh Kantor Lapas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat. Penelitian ini memiliki keunikan diantara penelitian sebelumnya yaitu memiliki dua aspek penelitian pada variabel terpengaruhnya. Penelitian sebelumnya masih sangat jarang meneliti dua aspek sekaligus dalam variabel terpengaruhnya sebagaimana pada penelitian ini. Untuk meneliti pengaruh transformational leadership yang dimediasi leader member exchange dalam pengaruh terhadap job satisfaction dan job performance di seluruh Kantor Lapas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat
Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya kepemimpinan dengan transformational leadership dan teori leader member exchange mampu menciptakan job satisafction dan job performance petugas lapas dengan baik walaupun dimasa pandemi COVID-19 ini. Dengan demikian, petugas lapas akan tetap mampu menciptakan kualitas pekerjaan yang baik dengan segala tantangan yang terjadi di masa pandemi COVID-19 ini melalui dorongan pemimpin yang baik pula.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh transformational leadership yang dimediasi leader member exchange dalam pengaruh terhadap job satisfaction dan job performance yang sudah dilakukan dapat dijadikan rekomendasi oleh jajaran manajemen perusahaan. Hal itu akan memerlukan pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang tepatuntuk selalu meningkatkan kesadaran dan semangat untuk selalu terlibat dalam setiap penyelesaian masalah terutama di masa pandemi COVID-19. Dengan begitu, petugas lapas akan memberikan timbal balik berupa pencapaian yang baik (job satisfaction dan job performance tingkat tinggi) dan selalu berusaha memberikan solusi untuk permasalahan dalam membantu pemimpin untuk mencapai tujuan lebih efektif. Selain itu, penelitian ini dengan menghubungkan antar variabel yang digunakan dapat menjadi gambaran dalam mempengaruhi karyawan secara lebih optimis dengan mendorong dan memprakarsai perubahan organisasi dimasa pandemi COVID-19, menganalisis kebijakan manajemen yang menunjukkan jaringan kepemimpinan di seluruh organisasi untuk membantu mereka dalam melaksanakan tugas pekerjaan secara efektif, menciptakan persepsi karyawan tentang seberapa baik pekerjaan mereka dalam memberikan hal-hal yang dianggap penting, dan menunjukkan tingkat di mana seorang individu berhasil menyelesaikan perilaku mereka dalam menciptakan kualitas pekerjaan yang baik dengan segala hambatan yang terjadi.
Penulis: Anis Eliyana
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
(Job Performance And Job Satisfaction In Transformational Leadership With Leader Member Exchange Mediation)





