UNAIR NEWS – Gemuruh tepuk tangan dan isak haru menyelimuti prosesi Wisuda Periode 261 51动漫 (UNAIR) yang berlangsung khidmat. Di tengah deretan lulusan berprestasi, terselip cerita perjuangan para wisudawan. Salah satu wisudawan tersebut adalah Singgih Maulana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ().
Perjalanan Melawan Rasa Takut
Singgih mengungkapkan menjadi mahasiswa perantau bukanlah hal mudah. Meninggalkan rumah dan lingkungan yang nyaman demi menuntut ilmu di UNAIR merupakan pertaruhan yang Singgih ambil dengan tekad bulat dan harapan besar. 淢emulai langkah sebagai perantau membawa harapan besar sekaligus rasa takut. Ada rindu yang harus ditahan, lelah yang dipikul sendiri, bahkan ada juga momen ketika saya hampir ingin menyerah. Namun, saat ini saya berdiri sebagai salah satu wisudawan, ucapnya.
Waktu membuktikan bahwa setiap langkah kecil yang ia ambil berhasil membawanya ke podium wisuda. Baginya, setiap orang di UNAIR memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing, dan perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan yang sama.
KIP-K sebagai Jembatan Mimpi
Sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar – Kuliah (KIP-K), Singgih merasa UNAIR memberikan kesempatan yang adil bagi setiap mahasiswa untuk tumbuh. Beasiswa ini menjadi kesempatan emas baginya untuk membuka pintu peluang yang sebelumnya tampak tertutup. 淢enjadi mahasiswa KIP-K adalah kesempatan yang sangat berharga. Hal ini membuktikan bahwa mimpi bisa diperjuangkan, meskipun langkahnya tidak mudah. Di sini saya merasa bahwa kita semua diberi kesempatan yang sama untuk belajar, dari mana pun titik awal memulainya, ungkapnya.
Keberhasilan Singgih tidak lepas dari doa dan dukungan dari keluarganya. Ia mempersembahkan kelulusannya untuk ayah dan ibu serta para sahabat yang telah menjadi 榬umah kedua selama masa belajarnya di Surabaya.
淪aya merupakan anak dari seorang pedagang es di salah satu sekolah dasar (SD) di Jakarta. Berkat beasiswa ini, saya berhasil menjadi wisudawan. Semoga kesempatan beasiswa ini terus ada untuk membuka kesempatan bagi mereka yang punya mimpi besar namun terhalang kesulitan ekonomi, pungkasnya.
Penulis: Maulya Afifah Zahra
Editor: Yulia Rohmawati





