UNAIR NEWS Badan Eksekutif Mahasiswa 51动漫 (BEM UNAIR) baru saja menggelar program Kita Sama pada Kamis (24/8/2023). Kegiatan itu berlangsung di Sekolah Luar Biasa Grahita Sari Dharma Wanita Kota Surabaya.
Sebagai perwakilan, Muhammad Aqbil Izzul Haq menyebut bahwa Kita Sama merupakan program kerja dari Dirjen Pendampingan Psikososial Kementerian Kesehatan BEM UNAIR. Program itu menjadi bentuk implementasi BEM UNAIR terhadap anak-anak difabel yang ada di Kota Surabaya.
淧rogram tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak difabel di Surabaya, sistemnya sendiri seperti penyuluhan, pendampingan potensi diri, dan monitoring terhadap anak difabel agar mereka bisa mengembangkan kelebihan yang terdapat pada diri mereka, ungkap mahasiswa Fakultas Farmasi itu.
Sesuai dengan nama program tersebut, BEM UNAIR juga berusaha menunjukkan bentuk kesetaraan sosial kepada mereka sebagai sesama manusia. Mereka juga memiliki hak yang sama di tengah-tengah perbedaannya sebagai penyandang disabilitas.
Bangkitkan Kepercayaan Diri Anak Difabel
Aqbil bersama tim dari BEM UNAIR melihat bahwa anak-anak difabel memiliki keterbatasan peran dalam hidup kesehariannya. Tidak jarang pula penyandang disabilitas memiliki kepercayaan diri yang kurang dan kerap merasa terasing, padahal setiap manusia seharusnya memiliki kesempatan yang sama.
淪eperti manusia pada umumnya, kelompok difabel memiliki kemampuan untuk berkembang, mimpi, potensi, minat, dan juga bakat. Mereka juga memiliki kemampuan yang sama dalam melaksanakan aktivitas sesuai dengan potensi serta minat masing-masing, jelasnya.

Oleh karena itu, BEM UNAIR mengupayakan pemberdayaan untuk menunjang kehidupan penyandang disabilitas melalui program Kita Sama ini. Tim berusaha untuk memberikan dorongan dan motivasi serta semangat kepada penyandang disabilitas untuk menggali bakat dan potensinya.
Melakukan Banyak Interaksi Bersama Anak Difabel
Panitia melakukan sejumlah aktivitas untuk mencapai tujuan dari pelaksanaan program Kita Sama. Selain melakukan penyuluhan, pendampingan, dan monitoring terhadap anak-anak difabel, BEM UNAIR juga berinteraksi langsung bersama mereka untuk bersenang-senang melalui permainan.
淛adi program Kita Sama ini memberikan pendampingan kepada anak difabel di SLB Grahita dengan memberikan games yang bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas dan kepercayaan diri mereka, ujarnya.
Dengan interaksi tersebut, kepercayaan diri anak-anak difabel semakin tumbuh dan tidak lagi merasa terasing karena perbedaan yang mereka miliki. Lebih dari itu, Aqbil mewakili panitia Kita Sama berharap jika program tersebut dapat menumbuhkan empati seseorang terhadap penyandang disabilitas yang ada di sekitarnya.
Pada akhir, Aqbil menambahkan jika program Kita Sama tidak berhenti di situ saja. Di Periode kedua dan ketiga nanti, Kita Sama juga akan hadir dengan membawa program-program lainnya dengan tujuan sosial yang sama. (*)
Penulis: Muhammad Badrul Anwar
Editor: Nuri Hermawan





