UNAIR NEWS – KKN-BBK 6 Purwoasri berkesempatan mengunjungi salah satu padepokan seni yang ada di Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Minggu(27/7/2025). kesempatan tersebut digunakan oleh mahasiswa KKN-BBK 6 Purwoasri untuk mengenal lebih dalam sejarah adanya salah satu padepokan seni pertunjukan tertua yang ada di Banyuwangi serta turut belajar langsung bersama pemilik padepokan seni dalam latihan mingguan seni tari.
Punjul Ismuwardoyo, pemilik padepokan seni Alang-alang Kumitir menyebutkan bahwa padepokan seni ini telah didirikan sejak 1992, yang diawali sebagai kelompok Alang-alang Kumitir kemudian setelah lulus kuliah mulai berdiri padepokan seni pertunjukan. Filosofi Alang-alang Kumitir diambil dari rumput alang-alang yang bergerak, berarti padepokan seni ini akan terus bergerak untuk berkreasi dan berinovasi. Harapan dari Punjul Ismuwardoyo yaitu padepokan seni tari ini akan terus tumbuh, tidak akan mati, dan terus bergerak meski diterpa badai seperti alang-alang.
淔ilosofi kedua, kalau kamu mencari di google terkait dunia pewayangan ada kahyangan Alang-alang Kumitir namanya, tempat Dewaruci yaitu dewanya para wayang. Jika para wayang sudah menthok, tanyanya ke Alang-alang Kumitir. Jadi, harapan saya disini menjadi tempat bertanya orang-orang yang ingin tahu kesenian, terang Punjul (27/7/2025).
Selama 33 tahun berdiri, ribuan murid yang mengikuti padepokan seni Alang-alang Kumitir telah mengalami regenerasi. Berawal dari ingin membangun potensi kesenian, Padepokan Seni Alang-alang Kumitir memberikan banyak pengaruh pada Desa Purwoasri dan masyarakatnya. Sudah banyak prestasi yang diraih oleh anggota Alang-alang Kumitir, terutama pada seni tari yang seringkali meraih juara pertama.
Saat ini, jumlah cantrikatau murid kurang lebih mencapai 170-an cantrikyang terbagi menjadi beberapa kelas untuk sesi latihan tari dan kelas seni pertunjukan lainnya. Mereka bukan hanya berlatih seni tari, para murid akan belajar seni teater, seni vokal, seni karawitan, baca puisi, dan seni pertunjukan lainnya. Punjul menjelaskan bahwa anak didiknya juga belajar kelasmake updan belajar menggunakan kostum sendiri, sehingga saat akan tampil, satu sama lain dapat saling membantu membenarkan kostum dan lainnya.
淒isini itu kelas digunakan untuk menghafal, memberi materi tari-tarian, dan untuk membentuk anak-anak biasanya 1 tarian sampai bisa. Kalau kelas itu adanya malam, untuk membenarkan gerakan yang salah juga. Biasanya kalau latihan waktunya 2 jam. Kalau hari minggu itu hanya untuk daya ingat saja, mengingat latihan tari-tari sebelumnya. Sistem ini digunakan untuk memiliki kemampuan dan kekuatan yang sama, ujar Punjul (27/7/2025).
Punjul menegaskan bahwa prinsip yang ia tanamkan pada anak didiknya ketika mengikuti lomba yaitu untuk mencari pengalaman sedangkan menang itu bonus. Ia tidak ingin anak didiknya memiliki pikiran buruk ketika tidak menang dalam salah satu lomba. Dalam kesenian terutama seni tari semua penampilan bagus, namun siapa yang menang dan kalah seringkali ditentukan dari seberapa banyak kesalahan yang diperbuat dalam penampilan. Adanya padepokan seni Alang-alang Kumitir diharapkan dapat meningkatkan minat anak muda dalam melestarikan budaya Indonesia, mengembangkan potensi, melatih tanggung jawab dan melatih sopan santun melalui kebiasaan yang ditanamkan di padepokan seni.
Penulis: Putri Endriana, Tim KKN-BBK 6 Purwoasri, Banyuwangi





