51

51 Official Website

KKN-BBK 7 Desa Sukorejo Sidayu Kenalkan MP-ASI Lima Bintang

Tim mahasiswa BBK 7 Desa Sukorejo-Sidayu saat Sosialisasi dan Demo Pengolahan MP-ASI (Foto: Dokumen Pribadi)
Tim mahasiswa BBK 7 Desa Sukorejo-Sidayu saat Sosialisasi dan Demo Pengolahan MP-ASI (Foto: Dokumen Pribadi)

UNAIR NEWS – Mahasiswa KKN-BBK 7 51 mengenalkan konsep MP-ASI lima bintang kepada orang tua balita dalam kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Selasa (13/1/2026). Edukasi tersebut disampaikan melalui sosialisasi dan demo masak sebagai pendamping layanan Posyandu yang sedang berlangsung.

Kegiatan sosialisasi MP-ASI dilakukan bersamaan dengan pelayanan rutin Posyandu ILP balita serta pemeriksaan kesehatan lansia yang diselenggarakan oleh Ponkesdes dan bidan desa.

MP-ASI Lima Bintang sebagai Fokus Edukasi Gizi Balita

Tim mahasiswa BBK 7 Desa Sukorejo-Sidayu saat Sosialisasi dan Demo Pengolahan MP-ASI (Foto: Dokumen Pribadi)

Konsep MP-ASI lima bintang yang diperkenalkan menekankan pemenuhan gizi seimbang melalui kombinasi karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan lemak. Mahasiswa KKN-BBK 7 menyampaikan materi dengan menyoroti pentingnya variasi gizi, keamanan pengolahan makanan, serta kebersihan alat masak dalam penyajian MP-ASI.

Selain pemaparan materi, mahasiswa juga menggelar demo masak MP-ASI sederhana dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau masyarakat. Demo ini dirancang agar orang tua balita dapat melihat langsung proses pengolahan MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak dan dapat diterapkan di rumah.

Bidan Desa Sukorejo menilai kegiatan tersebut memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan Posyandu. Pelayanan tetap berjalan seperti biasa, tetapi ibu-ibu juga mendapatkan pengetahuan tambahan sambil menunggu giliran pemeriksaan, ujarnya.

Peran Mahasiswa dalam Penguatan Kesehatan Keluarga

Ketua Kelompok KKN-BBK 7 51, Ardiyan Ghossaan Sobandi, menyampaikan bahwa sosialisasi MP-ASI merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya kesehatan keluarga di tingkat desa. Menurutnya, edukasi gizi sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam pencegahan masalah kesehatan pada anak.

Melalui sosialisasi MP-ASI ini, kami berharap tumbuh kesadaran bersama tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak dini, sehingga anak dapat tumbuh sehat dan orang tua merasa lebih teredukasi, ujarnya.

Sejumlah peserta Posyandu menyambut positif kegiatan tersebut. Materi yang disampaikan secara langsung melalui praktik dinilai membantu orang tua memahami prinsip dasar penyusunan MP-ASI serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menyiapkan makanan pendamping ASI secara mandiri di rumah.

Kegiatan sosialisasi MP-ASI oleh mahasiswa KKN-BBK 7 51 menjadi bagian dari upaya memperkuat program kesehatan yang telah berjalan di Desa Sukorejo. Pendekatan pendampingan edukatif ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, di mana mahasiswa berperan aktif mendukung kebutuhan masyarakat melalui kegiatan berbasis edukasi dan praktik.

Secara lebih luas, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi gizi dan pencegahan masalah kesehatan sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui penguatan perilaku hidup bersih dan sehat, serta SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan dengan menghadirkan edukasi kesehatan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat desa.

Penulis: Nindi Saputri

Berita ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

#SDG3 #GoodHealthAndWellBeing #SDG6 #CleanWaterAndSanitation #SDG10 #ReducedInequalities #SDGsUNAIR #KampusBerdampak #UNAIRMengabdi

AKSES CEPAT