UNAIR NEWS – Perburuan satwa liar masih marak terjadi di Indonesia. Salah satu satwa yang diburu itu adalah Lutung Jawa. ADPRC-OHCC () 51 bersama dengan menerbitkan buku cerita tentang Lutung Jawa untuk mewujudkan One Health. Acara book launching dan story telling berlangsung pada Selasa (19/12/2023) di SDN Kalisari II, Kalisari, Surabaya.
Hadir pada acara itu Prof Dr Fedik Abdul Rantam drh selaku koordinator ADPRC-OHCC; Prof Dr dr Ni Nyoman Sri Budayanti Sp MK(K) selaku koordinator OHCC Universitas Udayana; Dra Sri Lestari M Pd selaku kepala Sekolah SDN Kalisari II; Puji Astuti ST selaku perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya; dan Lailatul Maghfiroh drh M Si selaku koordinator regional OHAWE.
Lutung Jawa dipilih karena memang satwa endemik di Jawa. Situasi Lutung Jawa di Jawa Timur sendiri memang sudah mulai punah, penelitian dari tahun 90-an itu ditemukan di lereng Gunung Arjuna sekitar dua belas kelompok Lutung Jawa, namun ternyata 10 tahun kemudian itu hanya tinggal empat kelompok saja, tutur Lailatul.
Penerbitan buku dan pembacaan cerita itu dilaksanakan untuk memberikan wawasan bagi anak-anak tentang pelestarian satwa liar serta pendekatan itu terkait penyebaran penyakit dari Lutung Jawa ke manusia.

Pengenalan
One Health merupakan sebuah pendekatan untuk mengoptimalkan hubungan antara-manusia, hewan, dan juga ekosistem demi kesehatan yang berkelanjutan. Sebagai langkah mengenalkan One Health pada masyarakat dan juga anak-anak, UNAIR melalui ADPRC bekerja sama dengan One Health Collaborating Center Udayana mengusung project dengan tema Application of One Health Approach to Raise Wildlife Protection Awareness in Indonesia.
OHCC sendiri terdapat lima cabang, yakni Papua, Bali, Surabaya, Yogyakarta, dan Aceh. Salah satu hasil dari kolaborasi OHCC Surabaya dan Bali adalah penerbitan buku cerita bertajuk Rumah Terbaik Tungtung Si Lutung Jawa.
Kami sebenarnya ingin menciptakan harmonisasi lingkungan hewan dan manusia. Supaya tidak ada muncul resiko baru yang terkait dengan penyakit, termasuk Covid-19 kemarin, ujar Prof Fedik.
Selain mencegah resiko baru, kebanyakan penyakit saat ini disebabkan oleh hewan seperti hepatitis, TBC, demam berdarah, dan lainnya menjadi latar belakang dalam melaksanakan program One Health tersebut. Semakin dini pemberian wawasan, semakin sadar masyarakat tentang pentingnya program tersebut.
Penulis: Muhammad Naqsya Riwansia
Editor: Feri Fenoria





