UNAIR NEWS – Berbagai peristiwa yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan merupakan cerminan dan teguran keras alam bahwa perilaku destruktif manusia harus berubah. Kota Gresik yang disibukkan dengan berbagai eksplorasi alam dari kegiatan industri menetapkan konsentrasi BBK 7 Desa Klangonan dalam bidang lingkungan melalui tindakan konservasi. Revitalisasi lingkungan hidup seputar perluasan ruang hijau, penurunan pencemaran, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian alam menjadi fokus saat ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah konservasi lingkungan berbasis pendidikan untuk meningkatkan kesadaran individu mengenai kelestarian alam yang harus ditanamkan sejak dini. Program Bank Bibit hadir sebagai langkah sederhana yang diharapkan berdampak dalam menanamkan nilai kepedulian lingkungan pada generasi muda.
Bank Bibit merupakan program konservasi lingkungan melalui pengadaan dan pendistribusian bibit tanaman Melati, Lavender, dan Wali Songo bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kepada sekolah dasar, yaitu SDN 25 Gresik. Program ini bertujuan mendorong penghijauan sekaligus memberikan edukasi langsung kepada siswa mengenai pentingnya revitalisasi lingkungan. Siswa diajak terlibat aktif selama program berlangsung agar tumbuh kesadaran untuk berkontribusi dalam komunitas dan lebih bijak memanfaatkan sumber daya alam.
Pelaksanaan program Bank Bibit diharapkan menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam aktivitas sehari-hari siswa, sehingga tercipta lingkungan belajar yang hijau, asri, dan indah. Lingkungan sekolah yang tertata baik meningkatkan kenyamanan belajar serta berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan warga sekolah. Program ini tidak hanya penanaman, tetapi juga edukasi perawatan tanaman dan dampak jangka panjangnya bagi lingkungan, sehingga membentuk karakter siswa yang peduli dan berorientasi pada keberlanjutan.
Program ini secara langsung berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 13 (Climate Action) melalui aksi nyata penghijauan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim, SDGs 15 (Life on Land) melalui pelestarian ekosistem darat dan peningkatan tutupan vegetasi, dan SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities) karena membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau, sehat, dan nyaman sebagai bagian dari komunitas yang berkelanjutan.
Sebagai kata terakhir, keberhasilan Program Bank Bibit sangat bergantung pada partisipasi dan dukungan berbagai pihak sekolah, siswa, guru, serta instansi terkait. Bank Bibit merupakan langkah kecil yang bergerak sebagai pemantik upaya konservasi lingkungan yang diharapkan mampu berkelanjutan di Desa Klangonan melalui kolaborasi antara generasi saat ini dan mendatang.
Penulis: Tim BBK 7 Klangonan





